Padang–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat komitmen menghadirkan program yang berdampak nyata bagi mahasiswa Indonesia. Melalui Future Leaders Camp (FLC) 2025 Regional II Sumatera, Kemdiktisaintek menghadirkan ruang belajar kolaboratif bagi calon pemimpin muda bangsa, untuk membangun ekosistem kepemimpinan nasional menuju Indonesia Emas 2045, Kamis (11/6).
Dalam sesi materi utama bertajuk “Membangun Ekosistem Regenerasi Kepemimpinan Nasional menuju Indonesia Emas 2045” Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdiktisaintek, Khairul Munadi memaparkan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tempat menimba ilmu, melainkan ruang strategis untuk membentuk karakter dan pola pikir pemimpin masa depan.
“Perguruan tinggi harus menjadi ekosistem regenerasi kepemimpinan. Mahasiswa bukan hanya diajak berpikir kritis, tetapi juga diajarkan cara berpikir sistemik, berprinsip, dan berorientasi pada dampak,” ujar Dirjen Khairul.
Dirjen Dikti memperkenalkan lima “Mental Model” kepemimpinan masa depan sebagai fondasi utama pembentukan karakter mahasiswa:
- Growth Mindset–keyakinan bahwa kemampuan tumbuh melalui proses dan latihan.
- First Principle Thinking–keberanian berpikir dari akar masalah, bukan kebiasaan.
- System Thinking–memahami keterhubungan antar elemen dalam sistem sosial.
- Second Order Thinking–mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang dari keputusan.
- The Power of Tiny Gains (1% Improvement)–memperbaiki diri sedikit demi sedikit setiap hari untuk hasil besar di masa depan.
Dirjen Dikti menegaskan, perbaikan kecil dan konsisten adalah kunci membangun dampak berkelanjutan.
“Kalau setiap mahasiswa memperbaiki diri 1% setiap hari, dalam setahun ia bisa menjadi 37 kali lebih baik dari sebelumnya,” ujar Dirjen Khairul.
Wirausaha dan Kepemimpinan Bernilai
Kegiatan hari pertama juga menghadirkan Rizky Arief Dwi Prakoso, CEO dan Founder HMNS, yang membawakan materi “Entrepreneurship for Innovation, Social Impact, and the Future of Indonesia’s Economy.”
Rizky mengajak mahasiswa untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan sebagai bentuk kontribusi sosial. Ia menekankan bahwa membangun bisnis berarti membangun nilai dan kebermanfaatan, bukan sekadar keuntungan.
“Kegagalan bukan akhir, tapi bagian dari proses menemukan makna. Fokuslah pada pembelajaran, bukan sekadar hasil,” pesannya.Oki Earliavan,
Rizky juga mendorong peserta agar berani memulai dari langkah kecil, fokus belajar dari pengalaman, dan menemukan nilai yang dapat membawa dampak bagi masyarakat.
Kepemimpinan dengan Nilai dan Tujuan
Sesi terakhir disampaikan oleh Staf Khusus Menteri (SKM) Bidang Industri dan Kerja Sama Luar Negeri, Oki Earliavan Sampurno dengan materi “Leading with Purpose: Transformative Growth and the Power of Values Driven Leadership.”
Dalam paparannya, SKM Oki menekankan pentingnya kepemimpinan yang bertumpu pada nilai, empati, dan keseimbangan antara logika dan rasa.
“Pemimpin sejati bukan soal jabatan atau kekuasaan, tapi tentang inspirasi dan manfaat yang dirasakan banyak orang,” ujar SKM Oki.
Peserta juga diajak untuk memimpin dengan kesadaran moral dan tanggung jawab sosial, bukan dengan ego atau pencitraan.
“Kepemimpinan yang bermakna dimulai dari diri sendiri. Menjadi pemimpin bukan berarti menguasai, tapi menumbuhkan,” tegasnya.
SKM Oki memberi pesan reflektif tentang pentingnya kejujuran dan integritas dalam setiap peran kepemimpinan.
“Korupsi tidak hanya soal uang, tapi juga waktu, kepercayaan, dan kesempatan. Mari kita jadi generasi yang tidak mengorupsi hal-hal kecil dalam hidup,” pungkas Stafsus Oki.
Diktisaintek Berdampak, Pemimpin Muda untuk Indonesia Emas
Future Leaders Camp 2025 Regional II Sumatera diikuti oleh 62 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Sumatera, menjadi langkah konkret Kemdiktisaintek dalam menyiapkan generasi muda yang bernilai, berintegritas, dan siap membawa Indonesia menuju masa depan emas.
Melalui kegiatan seperti FLC, Kemdiktisaintek terus membuktikan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak bagi bangsa.
Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif






