Students Today, Leaders Tomorrow: FLC 2025 Regional IV Perdalam Kompetensi Pemuda

Kabar

20 November 2025 | 17.45 WIB

Students Today, Leaders Tomorrow: FLC 2025 Regional IV Perdalam Kompetensi Pemuda

Surabaya–Upaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek), menghadirkan wadah regenerasi kepemimpinan nasional diwujudkan melalui program Future Leaders Camp (FLC) 2025. Menyatukan mahasiswa pemimpin muda, ketua/pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan organisasi ekstra kampus di seluruh Indonesia.

Para Pemimpin muda dibekali dengan pendekatan experiential learning yang terdiri atas intensive boothcamp, hingga ruang aktualisasi diri melalui policy hackathon dan social impact challenge. Sehingga memberikan pengalaman, skill baru bagi mahasiswa untuk menjadi transformative leaders.

Beragam materi kepemimpinan diberikan dan peserta diarahkan untuk menyelami realitas sosial, mengasah kemampuan reflektif, dan merumuskan solusi berbasis problem publik sebagai modal menuju Indonesia Emas 2045. 

Kegiatan ini telah dilaksanakan di tiga regional yang berbeda, hingga rangkaian FLC 2025 kembali hadir untuk Regional IV (Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (19/11).

Students Today, Leaders Tomorrow

Kegiatan dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan yang dalam arahannya menegaskan bahwa mahasiswa adalah calon pemimpin bangsa yang tengah menjalani fase penting pembentukan karakter.

“Hari ini saudara-saudara menjadi mahasiswa, tetapi esok pastikan diri Anda menjadi seorang pemimpin,” ujar Wamen Fauzan.

Wamen juga menekankan pentingnya sensitivitas sosial dan kemampuan memahami realitas masyarakat sebagai fondasi kepemimpinan yang baik, menyampaikan pengingat bagi mahasiswa pemimpin muda.

“Kalau kita seorang pemimpin sudah dungu, buta, dan tuli terhadap kondisi rakyatnya, maka kekuasaan yang dipegang itu akan hilang, tidak ada makna,” tegar Wamen Fauzan

Wamendiktisaintek juga menegaskan tekad kuat yang harus dimiliki pemimpin, yaitu komitmen.

“Kalau menjadi seorang pemimpin, dia harus memegang komitmen terhadap nilai-nilai sosial yang berkembang,” pesan Wamen Fauzan.

Menyampaikan materi dengan tajuk “Membangun Ekosistem Regenerasi Kepemimpinan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045” Wamen Fauzan memaparkan tantangan Indonesia, seperti percepatan teknologi, dinamika sosial, dan tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks.

Sehingga perlu memulai regenerasi kepemimpinan sejak dini, melalui pengalaman organisasi, pembiasaan etika, dan keterlibatan aktif dalam aktivitas yang melatih kemampuan membaca situasi. Sesi diskusi memperdalam pembahasan mengenai hubungan pemimpin, birokrasi, dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan selanjutnya, peserta mengikuti materi bertajuk “Reforming the Mindset: The Key to Transform Public Policy” bersama Cania Citta, Co-Founder Malaka Project.Dalam paparannya, Cania menekankan bahwa kebijakan publik yang efektif hanya dapat lahir dari pola pikir yang kritis, objektif, dan berbasis data. Cania menjelaskan pentingnya memberantas biasberpikir dan membangun sudut pandang yang berorientasi pada kepentingan publik.

Diskusi yang berlangsung secara interaktif mendorong peserta untuk mempertanyakan cara berpikir lama dan membangun mindset baru yang relevan dengan tantangan tata kelola pemerintahan modern.

Astri Wahyuni, Director of Corporate Affairs ParagonCorp, menyampaikan materi “Entrepreneurship for Innovation, Social Impact, and the Future of Indonesia’s Economy”. Astri menekankan bahwa wirausaha adalah salah satu motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi. Ia mengajak peserta untuk melihat kewirausahaan sebagai jalan menciptakan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Peserta aktif bertanya mengenai pembangunan model bisnis berkelanjutan, peluang usaha berbasis teknologi, dan cara menciptakan solusi yang berdampak sosial.

Sebagai penutup hari pertama, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak, memberikan materi bertajuk “Politik, Kebijakan Publik, dan Ruang Partisipasi Generasi Muda”. Wagub Jatim menekankan bahwa generasi muda memiliki ruang yang semakin luas untuk berpartisipasi dalam politik dan kebijakan publik. 

Wagub Jatim mendorong peserta untuk mengambil peran aktif dengan menawarkan ide, terlibat dalam proses pengambilan keputusan, dan menggunakan kemampuan kritis mereka untuk membawa perubahan.

Membangun Fondasi Pemimpin 2045

Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem pembinaan kepemimpinan nasional. Melalui FLC 2025, kementerian mendorong mahasiswa menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga berintegritas, empatik, dan siap mengabdi untuk kepentingan masyarakat.

Kemdiktisaintek mengajak seluruh pemangku kepentingan, kampus, mahasiswa, dan mitra strategis untuk bersama-sama membangun fondasi kepemimpinan yang akan mengawal Indonesia menuju 2045 dengan penuh optimisme dan keberanian untuk melakukan perubahan.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif




news

cms

/

5

Ulas Sekarang