Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan bahwa Program Sekolah Garuda merupakan langkah strategis Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan generasi unggul Indonesia, terutama di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM.
Bapak Presiden Prabowo Subianto melihat bahwa talenta unggul Indonesia tersebar dari Sabang sampai Merauke. Namun, kesempatan untuk mengenyam pendidikan berkualitas masih belum merata. Karena itu, Sekolah Garuda dihadirkan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak terbaik bangsa dari berbagai daerah dan latar belakang ekonomi.
Program Sekolah Garuda memiliki tiga pilar utama. Pertama, sebagai penyeimbang akses terhadap pendidikan berkualitas. Kedua, sebagai inkubator pemimpin bangsa. Ketiga, sebagai upaya mengoptimalkan prestasi akademik dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan tiga pilar inilah Sekolah Garuda bertujuan menciptakan manusia Indonesia yang berwawasan global, namun tetap memiliki kepekaan lokal.
Program Sekolah Garuda dilaksanakan melalui dua skema, yaitu Sekolah Garuda Baru dan Sekolah Garuda Transformasi. Sekolah Garuda Baru merupakan sekolah yang dibangun dari awal. Sementara, Sekolah Garuda Transformasi dilakukan dengan mengoptimalkan SMA unggul yang sudah ada.
Untuk mewujudkan pilar pertama sebagai penyeimbang akses, Sekolah Garuda Baru dibangun di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan pendidikan berkualitas. Dalam waktu dekat, empat Sekolah Garuda Baru akan mulai beroperasi di Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung; Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara; Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur; serta Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Hingga tahun 2029, akan dibangun 20 Sekolah Garuda Baru di berbagai wilayah Indonesia.
Agar Sekolah Garuda dapat menjadi inkubator pemimpin bangsa, seleksi peserta didik dilakukan secara sangat ketat. Melalui proses seleksi tersebut, telah terpilih 307 siswa dari Sabang sampai Merauke. Mereka berasal dari latar belakang ekonomi yang beragam, namun seluruhnya memiliki prestasi akademik yang sangat tinggi.
Seluruh siswa yang diterima dalam Program Sekolah Garuda Baru memperoleh beasiswa penuh untuk bersekolah dan hidup berasrama. Skema ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas tidak dibatasi oleh kondisi ekonomi keluarga.
Selain membangun sekolah baru, pemerintah juga memandang penting penguatan sekolah-sekolah unggul yang sudah ada melalui skema Sekolah Garuda Transformasi. Hingga tahun 2026, sebanyak 42 sekolah dan madrasah telah terpilih menjadi bagian dari Program Sekolah Garuda Transformasi, dengan target total 80 Sekolah Garuda Transformasi hingga tahun 2029.
Dalam skema Sekolah Garuda Transformasi, Kemdiktisaintek merancang program untuk meningkatkan kemampuan siswa agar mampu bersaing secara global. Program ini dilakukan tanpa mengubah guru, kurikulum, maupun sistem penerimaan murid di sekolah tersebut. Dalam satu tahun, program Sekolah Garuda Transformasi telah membawa hasil nyata: terjadi peningkatan sebesar 167 persen dalam penerimaan siswa ke 100 universitas terbaik dunia. Capaian ini menunjukkan bahwa talenta unggul Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global apabila didukung oleh ekosistem pendidikan yang tepat.
Kemdiktisaintek juga memastikan bahwa investasi negara dalam Program Sekolah Garuda akan terus berkelanjutan. Sekolah Garuda memiliki dana abadi yang disiapkan untuk menjamin keberlangsungan program, sehingga talenta unggul Indonesia dari berbagai latar belakang dapat terus lahir melalui program ini.
Kemdiktisaintek mengajak seluruh pihak untuk mendukung Program Sekolah Garuda sebagai bagian dari upaya bersama menyiapkan generasi unggul Indonesia yang berwawasan global, berkepekaan lokal, serta siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak







