Jakarta–Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menghadiri peresmian operasional (Ready for Service) Satelit Nusantara V di Jakarta, Senin (11/5).
Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas digital nasional sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan, riset, dan transformasi teknologi di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Peresmian operasional satelit tersebut turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, Kepala Staf Kepresidenan, pimpinan industri, asosiasi antariksa, serta berbagai pemangku kepentingan sektor digital nasional. Dalam sambutannya, Menkomdigi menegaskan bahwa pembangunan konektivitas digital harus menghadirkan manfaat nyata bagi pertumbuhan masyarakat dan tetap menjaga ruang digital nasional agar aman dan produktif.
“Di masa pemerintahan Presiden Prabowo, pembangunan tidak hanya mencakup terhubung, tapi juga tumbuh dan utamanya terjaga. Artinya tidak ada pembangunan konektivitas yang perlu dilakukan kalau dia tidak berujung kepada pertumbuhan,” ujar Menkomdigi.
Satelit Nusantara V memiliki kapasitas 160 Gbps dengan cakupan layanan Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Sebanyak 140 Gbps dialokasikan untuk kebutuhan domestik Indonesia guna mendukung pemerataan akses internet dan penguatan ekosistem digital nasional. Satelit ini menggunakan teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) berbasis Boeing 702MP dengan 101 spot beam Ka-band yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Kehadiran infrastruktur digital strategis tersebut sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak yang diusung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam mendorong pemerataan akses pendidikan tinggi, penguatan riset, dan pengembangan inovasi berbasis teknologi. Konektivitas yang semakin luas diharapkan mampu mempercepat kolaborasi perguruan tinggi, industri, dan masyarakat dalam menciptakan solusi bagi berbagai tantangan nasional.
Pengoperasian Satelit Nusantara V merupakan simbol penguatan kemandirian konektivitas nasional dan peningkatan kapasitas Indonesia dalam menghadirkan layanan digital di kawasan ASEAN. Untuk mendukung operasional satelit tersebut, PSN telah menyiapkan tujuh stasiun bumi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui kolaborasi lintas sektor, Kemdiktisaintek terus mendorong penguatan ekosistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang adaptif terhadap transformasi digital global. Kehadiran Satelit Nusantara V diharapkan dapat menjadi fondasi penting dalam memperluas akses pembelajaran, riset, dan inovasi sehingga manfaat kemajuan teknologi dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat Indonesia.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






