Riset dan Inovasi Perguruan Tinggi Didorong Berkontribusi bagi Kemandirian Desa

Kabar

27 Agustus 2026 | 16.30 WIB

Riset dan Inovasi Perguruan Tinggi Didorong Berkontribusi bagi Kemandirian Desa

Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mendorong perguruan tinggi, untuk memperkuat penerapan riset dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat. Hal tersebut disampaikan saat membuka Festival Desa Energi Berdikari Pertamina 2026, Kamis (27/8).

Mendiktisaintek menyampaikan bahwa desa binaan dapat menjadi ruang untuk kampus dalam melakukan riset, sekaligus menerapkan solusi inovasi sesuai kebutuhan masyarakat. Masyarakat juga perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses pemberdayaan, agar program yang dijalankan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan.

“Riset itu tidak hanya berhenti sampai di ruang kelas, tidak hanya berhenti sampai di laboratorium-laboratorium, atau tidak hanya berhenti sampai di paper-paper di jurnal-jurnal ilmiah. Tetapi lebih dari itu, apa yang bisa dikembangkan, apa yang bisa diselesaikan di masyarakat sekitar,” ujar Menteri Brian.

Mendiktisaintek lantas mendorong keterlibatan perguruan tinggi melalui riset terapan, pengembangan teknologi tepat guna, serta pelibatan dosen dan mahasiswa. Salah satu bentuk yang dapat dikembangkan adalah KKN tematik sesuai kebutuhan desa, termasuk pada isu energi, pengelolaan sampah, dan air.

Menteri Brian juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas masyarakat, dalam mengoperasikan dan merawat teknologi yang diterapkan. Pelatihan dan sertifikasi bagi pemuda desa dapat menjadi bagian dari upaya membangun kemampuan masyarakat setempat, sehingga teknologi yang telah diterapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Desa ini harus sama-sama kita berdayakan,” tegas Menteri Brian.

Pada kesempatan yang sama Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza memaparkan pengembangan Desa Energi Berdikari, salah satunya di Pulau Sembur, Kepulauan Riau, yang memanfaatkan energi surya untuk mendukung aktivitas masyarakat nelayan, termasuk melalui penyediaan pabrik es dan cold storage. Pengembangan tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan nilai tambah hasil perikanan masyarakat. Pihaknya juga mendorong perluasan kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan Local Hero, dalam pengembangan program Desa Energi Berdikari.

“Harapannya tentu setiap tahunnya kita bisa menambah partner, menambah kampus yang terlibat, menambah local heroes yang terlibat yang bisa kita ajak bersama-sama membangun desa,” ujar Wakil Dirut Pertamina.

Hingga Agustus 2026, telah dijalankan 269 program Desa Energi Berdikari Pertamina, dengan target mencapai 332 program pada akhir 2026. Program tersebut mencakup pemanfaatan energi baru terbarukan, ketahanan pangan, pengembangan masyarakat pesisir, pengelolaan lingkungan, serta teknologi tepat guna.

Ke depan, keberhasilan program pengembangan desa diharapkan tidak hanya dilihat dari jumlah desa yang mendapatkan dukungan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk melanjutkan dan mengembangkan hasil program secara mandiri. Pendekatan ini menempatkan keberlanjutan sebagai bagian penting dalam penerapan teknologi dan pemberdayaan masyarakat.

Kolaborasi perguruan tinggi dan dunia usaha menjadi ruang, untuk mempertemukan hasil riset dengan kebutuhan di lapangan. Perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui pengetahuan, teknologi, dan sumber daya akademik, sementara masyarakat menjadi bagian penting dalam proses penerapan dan pengembangan solusi. Melalui sinergi, hasil riset dan inovasi perguruan tinggi diharapkan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan secara relevan sesuai potensi masing-masing desa.

Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak
#PentingSaintek
#KampusBerdampak


/

5

Ulas Sekarang