Rektor Universitas Sriwijaya (UNSRI), Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si. melepas mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera Tahun 2026, bertempat di Ruang Rapat KPA UNSRI Palembang, Jum’at (30/1/2026).
Dalam sambutannya, Rektor UNSRI menyampaikan apresiasi kepada para dosen pendamping dan mahasiswa yang proposal kegiatannya berhasil lolos pendanaan nasional. Ia menegaskan bahwa program ini bukanlah kegiatan yang mudah dan memiliki risiko di lapangan.
“Saya mengucapkan selamat kepada dosen pendamping dan para mahasiswa yang telah lolos proposalnya. Terima kasih karena telah bersedia mengikuti kegiatan yang tidak mudah dan berisiko. Niat utama kita berangkat ke lokasi adalah untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” ujar Rektor.
Rektor juga berpesan agar seluruh peserta menanamkan niat yang tulus, menjaga kesehatan, serta tidak menjadi beban bagi masyarakat di lokasi bencana. Mahasiswa yang memiliki kondisi kesehatan tertentu diminta untuk mempertimbangkan kembali keikutsertaannya demi kelancaran program.
‘Saya berpesan kepada dosen pembimbing juga para mahasiswa sekalian yang mengikuti kegiatan ini. Tujuan ke lokasi program ini adalah untuk membantu. Jadi niatnya adalah tanamkan dulu niat ikhlas, berangkat ke sana adalah untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah, sekali lagi bukan sebaliknya. Jangan merepotkan, jadi urusan orang disana. Nah agar bisa membantu kita harus siapkan diri. Sekiranya kondisi kesehatan kita kurang baik, masih ada waktu untuk tidak berangkat, tidak apa-apa. Kenapa? Karena begitu kita sakit di sana akan menjadi beban orang lain. Jadi niatnya adalah tulus untuk membantu” Pesan Rektor.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater UNSRI. Dengan jumlah peserta lebih dari 100 mahasiswa dan hanya didampingi lima dosen, Rektor mengingatkan agar mahasiswa mampu mengendalikan diri, fokus pada tujuan pengabdian, dan tidak menjadikan kegiatan ini sebagai ajang rekreasi.
“Jadi bulatkan tekat, bulatkan niat untuk membantu masyarakat di sana yang terkena musibah ini. Mudah-mudahan nilainya adalah nilai ibadah. Sekali lagi, niat awalnya adalah kita datang disitu bukan untuk makan enak, bukan untuk jalan-jalan, bukan untuk rekreasi tapi niatnya adalah untuk membantu,” kata Rektor.
Sementara itu, Wakil Rektor I UNSRI, Prof. Dr. Ir. H. Rujito Agus Suwignyo, M. Agr. dalam laporannya menyampaikan bahwa dari 609 proposal yang diajukan secara nasional, hanya 203 proposal yang dinyatakan lolos pendanaan. UNSRI mengajukan enam proposal, dan dua proposal berhasil didanai, sebuah capaian yang dinilai sangat baik secara proporsional.
“Untuk capaian tersebut, patut kita berikan apresiasi. Jika dilihat dari rasio seleksi, secara nasional perbandingannya adalah satu banding tiga. UNSRI mengajukan 6 proposal dan 2 di antaranya diterima, sehingga secara proporsional capaian ini sangat baik,” ungkapnya.
Prof. Rujito menambahkan, dari seluruh proposal yang didanai, UNSRI menjadi salah satu dari 82 universitas di Indonesia yang memperoleh kesempatan mengikuti kegiatan ini. I
“nsyaAllah, nantinya akan diberangkatkan 53 mahasiswa ditambah 50 mahasiswa, sehingga total 103 mahasiswa UNSRI akan bergabung dengan sekitar 1.090 mahasiswa lainnya dari berbagai perguruan tinggi lainnya,” tambahnya.
Terkait keberangkatan mahasiswa, UNSRI telah berkoordinasi dengan fakultas dan unit terkait agar mahasiswa peserta program mendapatkan dukungan akademik, termasuk izin tidak mengikuti perkuliahan tatap muka, kesempatan ujian susulan, penyesuaian tugas akademik, serta kemungkinan konversi kegiatan ke dalam aktivitas akademik sesuai ketentuan yang berlaku.
“Sehubungan dengan keberangkatan 103 mahasiswa tersebut, kami mohon dukungan dari Bapak dan Ibu Dekan serta Wakil Dekan. Kami telah mengirimkan surat resmi ke fakultas dengan beberapa permohonan sebagai berikut: Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini diberikan izin tidak mengikuti perkuliahan tatap muka, tanpa pengurangan poin kehadiran, karena kegiatan ini merupakan program resmi yang didukung secara nasional. Apabila terdapat ujian, pertemuan akademik, atau tugas, mohon diberikan kesempatan ujian susulan atau penyesuaian akademik. Jika memungkinkan, beberapa kegiatan dapat dikonversi ke dalam aktivitas akademik sesuai ketentuan yang berlaku.
Kami juga akan berkoordinasi dengan Direktorat Akademik, Direktorat Kemahasiswaan, serta pengelola SIMAK, termasuk apabila terdapat keterlambatan pengisian KRS atau kendala administratif lainnya selama mahasiswa berada di lokasi kegiatan,” pungkasnya.
Pada Program Mahasiswa Berdampak Tahun 2026 ini, UNSRI melaksanakan kegiatan pengabdian melalui dua tim yang seluruhnya berlokasi di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Tim pertama diketuai oleh Dr. Ir. David Bahrin, S.T., M.T. (Fakultas Teknik) dengan anggota Prof. Ir. Subriyer Nasirm, M.S., Ph.D. (Fakultas Teknik) dan Dr. Rizky Tirta Adhiguna, S.TP., M.Si. (Fakultas Pertanian). Tim ini mengusung program berjudul “Pemberdayaan Masyarakat Pasca Bencana Kampung Landuh Aceh Tamiang melalui Teknologi Air Bersih, Pojok Literasi, Tanaman Obat Keluarga (TOGA), dan Desain Digital Mitigasi Bencana”.
Kegiatan dilaksanakan di Desa Kampung Landuh, Kecamatan Rantau, dengan melibatkan 53 mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sriwijaya. Program berlangsung selama 30 hari, mulai 28 Januari hingga 28 Februari 2026, dengan mitra kegiatan Kepala Desa Kampung Landuh, Kelompok Tani Ladang Lestari, dan Kelompok Wanita Berkarya.
Sementara itu, Tim kedua diketuai oleh M.A. Ade Saputra, S.T., M.T., M.Kom, dengan anggota Dr. Ir. David Bahrin, S.T., M.T. dan Dr. Ir. Bimo Adhitya, S.T., M.T.. Program yang diusung berjudul “Pemulihan Masyarakat Pasca Bencana Desa Menanggini Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang melalui Pemetaan Irigasi dan Survei Air Tanah, Penerapan Water Pump dan Aquaponik Bertenaga Surya, serta Pembuatan Pelet dari Limbah Biomassa Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan sebagai Bahan Bakar Alternatif”.
Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Menanggini, Kecamatan Karang Baru, dengan melibatkan 50 mahasiswa BEM Fakultas Teknik UNSRI selama periode 28 Januari hingga 28 Februari 2026, bekerja sama dengan Kepala Desa, Kelompok Tani, dan Karang Taruna Desa Menanggini.
Kegiatan ini juga mendapat pendampingan dari Direktorat Kemahasiswaan dan LPPM Universitas Sriwijaya. (Humas_UNSRI)





