Posko Darurat Kesehatan Universitas Almuslim dan Syiah Kuala, Selamatkan Warga Terdampak Bencana di Aceh

Kabar

06 December 2025 | 19.00 WIB

Posko Darurat Kesehatan Universitas Almuslim dan Syiah Kuala,  Selamatkan Warga Terdampak Bencana di Aceh

Aceh-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat berbagai perguruan tinggi di Sumatra yang langsung terjun ke lokasi bencana, mengerahkan mulai dari relawan, tenaga kesehatan, teknologi pemetaan, hingga dukungan psikososial untuk pemulihan warga terdampak. 


Salah satu aksi nyata dari kampus ditunjukkan Tim Medis Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK). Saat infrastruktur layanan kesehatan di Pidie Jaya lumpuh dihantam Cyclone Senyar, satu tim bergerak cepat dari Banda Aceh, dipimpin oleh dr. Meilya Silvalila.


Tim Medis Fakultas Kedokteran USK bukanlah relawan biasa, mereka adalah tim tanggap darurat pertama yang berhasil menembus lokasi dan langsung mengambil alih operasional RSUD Meureudu di Pidie Jaya, Aceh. Respons cepat ini menjadi penentu keberlangsungan penanganan medis bagi korban bencana saat itu.


Ketua Satgas Bencana Senyar USK, Syamsidik, saat ditemui di Posko Gabungan USK, Universitas Almuslim, dan Politeknik Negeri Lhokseumawe (6/12), menyatakan kehadiran USK pada fase awal darurat merupakan bentuk komitmen kampus berdampak terhadap kemanusiaan. Tenaga kesehatan USK sejak 28 November sudah berada di Pidie Jaya, membantu menjalankan RSUD yang saat itu tidak berfungsi.


“USK hadir sejak hari paling kritis. Tim medis kita adalah yang pertama mengambil alih operasional RS Pidie Jaya ketika sistem layanan berada dalam tekanan ekstrem. Langkah cepat ini bukan hanya soal penyelamatan nyawa, tetapi stabilisasi fasilitas kesehatan agar masyarakat tidak kehilangan akses layanan," paparnya.


Sejak hari pertama, advance team ini langsung menata alur triase, memperkuat instalasi gawat darurat, dan menjalankan operasional rumah sakit dalam mode darurat penuh untuk menstabilkan akses layanan kesehatan akibat lonjakan jumlah pasien, yang merupakan korban banjir dan longsor. Tenaga medis yang dikerahkan terdiri dari bermacam disiplin spesialisasi seperti Bedah, Anak, Anestesi, Ilmu Penyakit Dalam, dan Ortopedi.


Ditambahkan Syamsidik, seiring meningkatnya kebutuhan layanan, gelombang kedua Tim Satgas (Tim B) diberangkatkan pada 29 November 2025, dan disusul gelombang ketiga pada 30 November 2025 untuk menjaga sistem kerja shift dan mencegah kelelahan relawan. 


"Hingga hari ini, total tenaga medis USK yang bertugas di Pidie Jaya telah mendekati 100 orang. USK juga dalam misi tanggap bencana telah mengirimkan 114 Nakes (tenaga kesehatan, red), 65 persen ada di Pidie Jaya. Untuk bantuan logistik sudah 1.5 ton beras, dan 400 kardus air mineral," terangnya.


Posko Kesehatan Darurat Universitas Almuslim Bireuen


Tak hanya USK, Kampus Universitas Almuslim juga bergerak cepat membantu warga terdampak bencana di Kabupaten Bireuen. Dikatakan Dekan Fakultas Kesehatan Almuslim, Zumirda, saat bencana melanda Bireuen, dan akses ke lokasi lain terputus, pihaknya berinisiatif membangun posko kesehatan darurat untuk segera memberikan pertolongan kepada masyarakat.


Hingga kini kata Zumirda, sudah berdiri dua posko yang diaktifkan Universitas Almuslim yakni Posko utama di Rumah Sakit Peusangan Raya dan Posko kedua ada di Kampus Universitas Almuslim.


"Kenapa kami buka di RS Peusangan Raya? Karena akses ke lokasi lain sudah terputus, bahan bakar minyak (BBM, red) habis, dan banyak ambulans yang terendam. Ambulans kami yang berfungsi untuk operasional di RS Peusangan Raya hanya tinggal satu unit. Selain itu, kamar operasi di RSUD dr. Fauziah Bireuen juga terendam banjir. Jadi dengan posko ini, kita bisa memotong arus pasien agar tidak membludak di RSUD," ungkap Zumirda.


Ia menambahkan, posko kesehatan yang benar-benar "hidup" (aktif dengan stok obat) praktis hanya di RS Pesangan Raya dan RSUD dr. Fauziah. Rumah sakit swasta lainnya sudah kehabisan stok obat-obatan, sementara kondisi pengungsi dan mahasiswa yang mengungsi di wilayah ini sangat banyak, perkiraan mencapai ratusan ribu jiwa. Bahkan termasuk Zumirda dan beberapa mahasiswa kedokteran, juga merupakan korban yang terdampak dan ikut mengungsi. Meski berstatus sebagai pengungsi, Zumirda dan mahasiswa tetap aktif bergiat di posko darurat tersebut. Bahkan FK Almuslim baru diresmikan tahun ini, angkatan pertama, semester pertama, dan langsung ikut terjun ke lapangan


"Alhamdulillah, hari ini kita sudah memasuki hari ke-11 pascabanjir, jumlah pengungsi di wilayah ini sangat banyak, perkiraan mencapai ratusan ribu jiwa. Kami sendiri termasuk saya dan mahasiswa sebenarnya juga merupakan korban yang terdampak dan ikut mengungsi. Namun Alhamdulillah, angkatan pertama FK Almuslim yang berjumlah 37 orang ini sangat aktif. Adik-adik mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan bahu-membahu turun ke lapangan untuk meringankan beban masyarakat," urainya.


Peralatan yang ada di Posko terbilang seadanya, yakni alat-alat kesehatan di Fakultas Kedokteran yang tidak terendam banjir. Peralatan tersebut kata Zumirda, diselamatkan dan dibawa untuk mendirikan posko kesehatan. Walau seadanya, ia mengaku perhari bisa menangani hingga 300 warga terdampak bencana.


"Pelayanan medis setiap harinya, kami menangani rata-rata 300 pasien. Dengan peralatan yang ada, InsyaAllah kami bisa melakukan, BHD (bantuan hidup dasar, tindakan bedah minor, hingga tindakan bedah mayor. Untuk tenaga medis, kami mengatur jadwal shift pagi dan siang. Khusus malam hari, saya sendiri sebagai dokter bedah langsung standby dan menginap di lokasi, sekaligus bertindak sebagai koordinator lapangan," ungkapnya.


Zumirda lantas berharap agar kebutuhan pelayanan medis yang jumlahnya semakin terbatas mendapatkan bantuan tambahan, baik obat, air beraih, hingga genset. Kepada masyarakat terdampak ia juga menghimbau untuk tetap bersabar dan tetap optimis.


"Saat ini kami sangat membutuhkan bantuan logistik tambahan berupa obat-obatan yang stoknya menipis, Emergency Set, Genset untuk listrik darurat, air bersih, dan masker. Kepada sesama warga terdampak mari kita jangan mengeluh, tetap optimis, dan terus berusaha meskipun sedang diberi ujian," pungkas Zumirda.


Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdiktisaintek, Khairul Munadi menyatakan Kemdiktisaintek secara aktif dalam masa tanggap darurat ini berkoordinasi intensif dengan pihak kampus di berbagai wilayah. Hal tersebut diungkapkan saat mengunjungi Posko Kesehatan Darurat di Pesangeun, Sabtu (6/12). Dirjen Khairul menegaskan hal tersebut dilakukan agar penyaluran bantuan tepat sasaran di setiap lokasi terdampak bencana. Keberadaan Posko Kesehatan Darurat ini menjadi upaya nyata kampus yang berdampak, khususnya dalam membantu masyarakat terdampak bencana.


"Inilah wujud nyata Diktisaintek Berdampak, ketika kampus hadir untuk masyarakat, terutama saat bencana melanda,” tutup Dirjen Khairul.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif


/

5

Ulas Sekarang