Mahasiswa Manajemen Agroindustri Politeknik Negeri Jember (Polije) sukses menggelar praktik bisnis langsung melalui ajang AGROFORGE 2026 di Roxy Mall Jember, Sabtu (23/5/2026). Oleh karena itu, kegiatan luar kampus ini efektif mengasah mental wirausaha mahasiswa di tengah area publik.
Menariknya, para mahasiswa turut menggandeng pelaku UMKM lokal Jember untuk memamerkan produk unggulan daerah secara bersamaan. Sinergi ini mengusung tema besar mengenai optimalisasi terapan dalam pengembangan produk agroindustri inovatif yang bernilai jual tinggi.
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Sistem Informasi Polije Wahyu Kurnia Dewanto, M.T., menjelaskan bahwa inovasi lahir dari kolaborasi erat. Maka dari itu, kampus merancang sistem Project Based Learning (PBL) ini untuk memberikan pengalaman komersial yang nyata.
“Mahasiswa tidak hanya belajar merencanakan dan membuat produk, tetapi juga memasarkan hingga meyakinkan konsumen untuk membeli hasil produksinya,” ujar Wahyu Kurnia Dewanto.
Oleh sebab itu, manajemen kampus menaruh harapan besar pada keberlanjutan program pameran bisnis terintegrasi bersama mitra daerah tersebut. Sebab, model proyek riil ini terbukti ampuh membuka peluang jaringan bisnis baru bagi mahasiswa sejak dini.
“Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi dengan mitra strategis dan mendapat dukungan dari Dinas Koperasi Kabupaten Jember, sehingga diharapkan dapat berkelanjutan,” tambah Wahyu.
Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jember Dra. Sartini, M.M., turut mengapresiasi totalitas para peserta. Bahkan, pihak dinas siap mengawal produk buatan mahasiswa vokasi ini agar mampu bersaing pada pasar luas.
“Kegiatan yang dilakukan mahasiswa Politeknik Negeri Jember, khususnya Program Studi Manajemen Agroindustri, dinilai sangat luar biasa dan kreatif karena mampu mengolah limbah,” puji Dra. Sartini, M.M.
Selanjutnya, Sartini menyebut aksi nyata mahasiswa ini menjadi contoh teladan yang baik bagi pelaku usaha mikro lainnya. Hal ini karena perpaduan antara kesadaran lingkungan dan naluri bisnis mampu menghasilkan nilai jual yang tinggi.
“Selain itu, mahasiswa peserta juga diapresiasi karena mulai beralih dari kemasan plastik ke kardus, hal ini sejalan dengan program dari Pemerintah Kabupaten Jember untuk mengurangi sampah,” pungkas Sartini.





