Perluas Dampak Pendidikan Tinggi, Kemdiktisaintek Perkuat Tata Kelola Kerja Sama

Kabar

30 Oktober 2026 | 10.30 WIB

Perluas Dampak Pendidikan Tinggi, Kemdiktisaintek Perkuat Tata Kelola Kerja Sama

Jakarta— Kerja sama internasional perguruan tinggi membuka kesempatan belajar, memperluas penelitian, dan mengembangkan pengetahuan lintas negara. Manfaat tersebut perlu diperluas melalui penjajakan bidang kemitraan baru dan pengelolaan kerja sama yang berorientasi pada hasil. 


Hal tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Tata Kelola Kerja Sama, dalam Mendukung Internasionalisasi Pendidikan Tinggi dan Pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Rabu (28/10).


Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, menekankan pentingnya menyeimbangkan pengelolaan kemitraan yang sudah berjalan, dengan penjajakan peluang baru. Perguruan tinggi perlu mengoptimalkan manfaat kerja sama sekaligus memperluas bidang yang dapat dikembangkan bersama mitra.


“Konsep yang saya pakai waktu itu adalah Lines Portfolio, bagaimana kita menyeimbangkan antara eksploitasi sama eksplorasi. Kalau kita punya jasa sama, yang saat ini sudah berlangsung dengan baik, kita perlu exploit, menjaga hasilnya, tetapi di sisi yang lain, tentu perlu kita melakukan eksplorasi,” ujar Sesjen Badri.


Menurut Sesjen Badri, eksplorasi dapat dilakukan dengan memperluas cakupan kerja sama yang telah dimiliki perguruan tinggi. Kemitraan dengan institusi luar negeri dapat dikembangkan ke bidang lain, sementara pemerintah daerah dan industri juga dapat menjadi mitra untuk menjawab persoalan masyarakat.


“Mari kita pastikan setiap kerjasama membuka kesempatan belajar yang lebih luas, baik bagi mahasiswa maupun bagi dosen kita. Dosen kita bisa melakukan reskilling atau upskilling ketika berkerjasama dengan partner-partner di luar negeri maupun ketika berpartner dengan industri,” tutur Sesjen Badri.


Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama (Karo Renkerma) Kemdiktisaintek, Ade Faisal, dalam laporannya menjelaskan bahwa kerja sama pendidikan tinggi mencakup program beasiswa, pelatihan, pembelajaran, serta penelitian dan inovasi. Berbagai program tersebut menjadi sarana untuk mengembangkan kapasitas akademik, sekaligus memperluas kolaborasi lintas negara.


“Pendidikan tinggi menghasilkan program beasiswa, program pelatihan, program riset, program belajar dan mengajar, beserta forum riset dan inovasi. Selain kerja sama bilateral, Indonesia juga merupakan anggota organisasi regional yang mencakup bidang pendidikan tinggi,” ujar Karo Ade.


Melalui FGD ini, Kemdiktisaintek menghimpun masukan untuk memetakan isu dan tantangan sekaligus merumuskan rekomendasi penguatan tata kelola kerja sama pendidikan tinggi. Perguruan tinggi diharapkan mengevaluasi kemitraan yang telah berjalan dan mengembangkan peluang kolaborasi baru dengan mitra dalam maupun luar negeri. Langkah ini sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, yaitu memastikan kerja sama pendidikan tinggi memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan masyarakat.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak



/

5

Ulas Sekarang