Pemerintah, Dunia Usaha, dan Akademisi Perkuat Kolaborasi untuk Investasi Bernilai Tambah dan Berkelanjutan

Kabar

19 November 2025 | 19.15 WIB

Pemerintah, Dunia Usaha, dan Akademisi Perkuat Kolaborasi untuk Investasi Bernilai Tambah dan Berkelanjutan

Bandung - Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Fauzan Adziman menyampaikan pentingnya kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan akademisi dalam kegiatan investasi pada Forum Investasi Nasional 2025 yang diselenggarakan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kamis (13/11).

Acara dengan tema “Urgensi Mewujudkan Kolaborasi antara Pemerintah, Dunia Usaha, dan Akademisi dalam Kegiatan Investasi yang Bernilai Tambah dan Ekonomi Hijau” ini bertujuan memperluas peluang dan kemudahan investasi bagi PMDN, PMA, pelaku usaha, dan akademisi.

Dalam paparannya, Dirjen Fauzan menyoroti petingnya kebijakan yang mendorong kolaborasi multi-sektor agar inovasi dapat cepat berkontribusi pada pengembangan investasi bernilai tambah dan berkelanjutan.

Kemdiktisaintek mendukung hilirisasi melalui platform yang mempertemukan inovator dan industri untuk memperkuat ekosistem investasi," jelasnya

Lebih lanjut Dirjen Fauzan menyampaikan perlunya sinergi riset dan inovasi antara tiga pihak tersebut agar hasil riset kampus dapat diadopsi industri dan mendukung investasi di Indonesia.

"Program riset dan pengembangan harus diarahkan pada kebutuhan industri agar memberikan nilai tambah yang nyata," ujarnya.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu, dalam sambutannya juga menyampaikan aspek perizinan dan regulasi sebagai tantangan awal di dunia investasi.

“Sustainability perlu dijaga agar pertumbuhan ekonomi dapat bertahan dalam jangka panjang,” ucap Wamen Todotua Pasaribu.

Ia juga berpesan supaya ketiga pilar harus secara intensif mendiskusikan investasi yang tidak hanya fokus pada nilai tambah tetapi juga sustainability (keberlanjutan).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, menyampaikan strategi investasi Jawa Barat sebagai lokomotif utama pertumbuhan ekonomi daerah, yaitu yaitu penyelarasan seluruh dinas dan program pada agenda investasi, optimalisasi peran ASN dalam layanan dan promosi investasi, serta pemanfaatan seluruh lokasi potensial sebagai sumber investasi.

Dalam laporannya, Deputi Bidang Promosi dan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan, menyampaikan rencana kerja sama dengan Kemdiktisaintek dalam menginisiasi program Indonesia Inventor, Innovator, and Investor Summit.

"Program ini akan menjadi arena penting untuk mempertemukan temuan-temuan di kampus dengan pelaku industri agar inovasi dapat segera diaplikasikan dalam investasi bernilai tambah," ucap Deputi Nurul Ichwan.

Kegiatan Forum Investasi Nasional 2025 ini menjadi bukti nyata komitmen semua pihak dalam mewujudkan ekosistem investasi yang inklusif, bernilai tambah, dan berkelanjutan demi kemajuan ekonomi bangsa. Sinergi ketiga pilar akan terus diperkuat untuk menghadirkan peluang investasi yang hijau dan berdaya saing.

news

cms

/

5

Ulas Sekarang

Baca Juga