Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan.
Sebanyak 163 mahasiswa, 147 promotor, dan 27 perguruan tinggi resmi menjadi bagian dari Program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Batch IX yang diselenggarakan di Jakarta, 15 September 2025.
Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, menegaskan bahwa PMDSU merupakan salah satu program flagship #DiktisaintekBerdampak dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi di Indonesia. Program ini dirancang bukan hanya untuk mempercepat lahirnya doktor-doktor muda berkualitas, tetapi juga untuk memperkuat kapasitas bangsa dalam riset, inovasi, dan kepemimpinan akademik global.
Dirjen Khairul Munadi menyampaikan tiga pesan penting kepada para mahasiswa penerima beasiswa PMDSU Batch IX. Pertama, riset bukan sekadar publikasi, tetapi harus melahirkan pengetahuan baru dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat sebagai wujud kampus berdampak. Kedua, para doktor muda diharapkan mampu membangun kapasitas kepemimpinan akademik, tidak hanya menjadi ahli di bidangnya, tetapi juga memimpin jejaring internasional dan menghadirkan inovasi sosial. Ketiga, pentingnya menjaga integritas dan kerendahan hati sebagai fondasi dalam perjalanan akademik.
“Pendidikan tinggi tidak boleh berhenti di ruang kelas atau hanya pada publikasi. Pendidikan tinggi harus hadir di tengah masyarakat, memberi solusi dan memperkuat pembangunan bangsa,” tegas Dirjen Khairul.
Ia juga menekankan bahwa dari tangan-tangan penerima Beasiswa PMDSU, akan lahir solusi atas krisis pangan, energi, kesehatan, perubahan iklim, dan berbagai persoalan dunia lainnya. Dunia harus melihat bahwa Indonesia bukan hanya pengguna, tetapi juga pencipta ilmu pengetahuan.
Momentum kegiatan pembekalan ini ditandai dengan ikrar penerima beasiswa PMDSU yang dipimpin oleh Muhammad Iqbal Zulhansyah (UGM), serta penyerahan simbolis pin dan identity card oleh Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktur Sumber Daya, dan Direktur Penelitian dan Pengembangan Kemdiktisaintek.
Rangkaian acara juga diisi dengan pemaparan materi bertajuk Budaya Ilmiah Unggul oleh Staf Khusus Menteri Diktisaintek, I Gede AB Wiranata, serta paparan dari Direktur Sumber Daya, Sri Suning Kusumawardhani, mengenai kebijakan peningkatan kualitas SDM Dikti menuju Indonesia Emas 2045.
Selain itu, promotor dan mahasiswa penerima beasiswa pada batch sebelumnya turut berbagi pengalaman dengan para penerima Beasiswa PMDSU Batch IX. Kegiatan ini juga diwarnai dengan diskusi interaktif yang membahas kehidupan pascasarjana dan seluk-beluk perjalanan akademik di PMDSU.
Kemdiktisaintek menaruh harapan besar pada PMDSU Batch IX untuk melahirkan doktor-doktor muda yang berprestasi, berkarakter, dan berdampak nyata bagi Indonesia. Sebagai catatan, pada tahun 2026 Kemdiktisaintek menargetkan peluncuran PMDSU Angkatan X dengan cakupan yang lebih luas dan inklusif, termasuk program PMDSU terapan serta keterlibatan perguruan tinggi swasta sebagai bagian dari komitmen menuju Indonesia Emas 2045.
Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak #DiktisaintekSigapMelayani #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif





