Serang-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mendorong penguatan kualitas tata kelola kampus melalui budaya mutu berkelanjutan. Hal ini ditekankan Menteri Brian dalam lawatannya ke Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Selasa (10/2).
Mendiktisaintek juga menegaskan pentingnya peran kampus sebagai instrumen pengungkit kesejahteraan masyarakat, termasuk pengelolaan lingkungan dan pengembangan ekonomi lokal.
“Kita harus membuat kampus menjadi tempat transformasi keluarga ekonomi rendah menjadi berdaya. Karena salah satu jalan untuk mengangkat status sosial itu dengan pendidikan,” tutur Menteri Brian.
Pada agenda dialog strategis bersama Rektor, Senat Akademik, jajaran Wakil Rektor, para Dekan, Ketua Lembaga, hingga pimpinan unit kerja di lingkungan Untirta, Mendiktisaintek menyampaikan apresiasi atas kemajuan institusi serta berbagai inisiatif strategis yang telah dijalankan Untirta, termasuk rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) Pendidikan.
“Tentu kami melihat kemajuan yang sangat baik yang dilakukan Untirta, dan keinginan untuk membangun Rumah Sakit Pendidikan tentu merupakan sesuatu keinginan yang sangat baik, yang mulia dan pastinya kita dukung. Semoga dapat segera terwujud dan itu menjadikan Untirta menjadi kampus yang lebih besar lagi, memberikan dampak bagi masyarakat sekitar,” ujar Menteri Brian.
Rencana pengembangan RS Pendidikan Untirta diproyeksikan tidak hanya sebagai wahana layanan kesehatan, tetapi juga sebagai pusat pendidikan profesi dokter dan rumah sakit riset berstandar internasional. Inisiatif ini diharapkan berkontribusi pada percepatan pemenuhan tenaga dokter dan dokter spesialis, khususnya di Provinsi Banten dan Indonesia.
Kampus Berdampak
Rektor Untirta, Fatah Sulaiman dalam paparannya menyampaikan berbagai capaian strategis kampus, antara lain keberhasilan pengelolaan lingkungan berkelanjutan yang menempatkan Untirta dalam jajaran perguruan tinggi ramah lingkungan nasional, inovasi pengolahan sampah mandiri bernilai tambah, serta capaian Fakultas Kedokteran yang telah meluluskan dua angkatan dokter dengan tingkat kelulusan uji kompetensi 100%.
Komitmen Untirta sebagai kampus berkelanjutan yang diwujudkan melalui penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu di lingkungan kampus juga menjadi sorotan. Program ini dikembangkan mulai dari pemilahan di sumber, pengolahan sampah organik dan anorganik, hingga pemanfaatan kembali menjadi produk bernilai tambah dan energi alternatif, tentunya diintegrasikan dengan proses pembelajaran, riset terapan, serta pemberdayaan masyarakat sekitar. Dengan demikian, kampus tidak hanya menjadi pengguna ilmu, tetapi sekaligus produsen solusi lingkungan yang dapat direplikasi.
Atas praktik baik tersebut, Mendiktisaintek menilai pengelolaan sampah Untirta mencerminkan arah transformasi pendidikan tinggi yang berdampak ketika tata kelola kampus terhubung langsung dengan penyelesaian persoalan nyata masyarakat serta pembangunan berkelanjutan di daerah.
Selain infrastruktur dan layanan kesehatan, dialog juga membahas penguatan ekosistem pendidikan inklusif, termasuk skema pembiayaan pendidikan, beasiswa, serta akses mahasiswa dari kelompok ekonomi kurang mampu. Selain itu dibahas juga terkait peningkatan kesejahteraan dosen, produktivitas riset dan publikasi, serta optimalisasi peran kampus dalam menyelesaikan persoalan riil masyarakat.
Di akhir kunjungan, Mendiktisaintek menegaskan komitmen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk terus mendampingi dan memperkuat transformasi Untirta. Melalui kolaborasi erat akan mempercepat terwujudnya kampus berdampak yang menjadi motor kemajuan daerah dan bangsa.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif





