Menyalakan Semangat Generasi Muda: Pemuda Bergerak, Indonesia Bersatu di Hari Sumpah Pemuda ke-97

Kabar

28 October 2025 | 11.41 WIB

Menyalakan Semangat Generasi Muda: Pemuda Bergerak, Indonesia Bersatu di Hari Sumpah Pemuda ke-97

Di bawah langit Jakarta yang mendung dan hujan rintik, semangat pemuda Indonesia kembali menyala. Meskipun langit sempat diguyur hujan, semangat dan antusias para peserta yang berasal dari tiga kementerian; Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek),Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Kementerian Kebudayaan (Kemenkebud), tidak surut. Pagi itu, dengan penuh khidmat para peserta upacara mengikuti peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 dengan tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, Selasa (28/10). 

Dengan seragam basah, wajah-wajah mereka memancarkan tekad yang sama yaitu menjaga persatuan dan semangat kebangsaan. Mereka berdiri tegak di bawah kibaran Merah Putih, menghayati makna sumpah yang telah diikrarkan para pemuda tahun 1928 silam. 

Upacara dimulai pukul 07.30 WIB. Awan gelap menyelimuti lapangan upacara ketika Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, selaku pembina upacara, menaiki mimbar untuk membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Dalam amanat tersebut, tersirat pesan mendalam tentang makna perjuangan generasi muda di era modern.

“Hari ini tugas kita berbeda. Kita tidak lagi mengangkat bambu runcing, tetapi mengangkat ilmu, kerja keras, dan kejujuran. Namun semangatnya tetap sama, Indonesia harus berdiri tegak, Indonesia tidak boleh kalah,” ujar Menteri Brian bersemangat, di hadapan barisan peserta yang berdiri dalam diam.

Beliau menegaskan bahwa perjuangan masa kini tak lagi berbentuk peperangan fisik, melainkan perjuangan untuk menegakkan kejujuran, kreativitas, dan integritas di tengah dunia yang bergerak cepat.

“Kita butuh pemuda yang patriotik, gigih, dan empati,” lanjutnya.

Suara tersebut menggema diantara rintik hujan, menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda bukanlah kenangan masa lalu, tetapi api yang harus terus dijaga agar tetap menyala di dada generasi penerus bangsa.

Paduan Suara, Harmoni Persatuan

Selepas pembacaan amanat, suasana berubah hangat saat Jakarta Philharmonic Choir membawakan rangkaian lagu kebangsaan. Melalui harmoni suara mereka, pesan persatuan dan optimisme menggema lembut di tengah udara dingin pagi itu. Beberapa pesan inspiratif datang dari anggota Paduan Suara, antara lain Heni Awja, Edita Benita, Alifasa Iqbal, dan Albert William yang berbagi pesan penuh makna bagi generasi muda Indonesia.

Heni Awja Santia, mengungkapkan kebanggaannya bisa turut menyemarakkan peringatan ini.

“Dari Hari Sumpah Pemuda ke-97 ini saya berharap para pemuda di luar sana terus berkarya dan menciptakan inovasi-inovasi baru untuk masa depan yang lebih cerah,” ujar Heni.

Senada dengannya, Edita Benita menambahkan harapannya agar kemajuan zaman tak mengikis nilai persatuan. 

“Di tengah kemajuan teknologi, saya harap semua pemuda Indonesia tetap menjunjung tinggi rasa persatuan satu dengan yang lain.”

Sementara itu, Alifasa Iqbal menyoroti pentingnya kolaborasi lintas generasi dan sektor. “Perubahan itu tidak terelakkan. Selama 97 tahun, pemuda telah membawa banyak gebrakan. Ke depan, kolaborasi harus terus dijalankan demi Indonesia Emas 2045.”

Menutup pesan dari mereka, Albert William, menegaskan bahwa semangat pemuda harus terus hidup melalui pendidikan. 

“Dulu para pahlawan berjuang dengan senjata. Sekarang, kita melanjutkan perjuangan itu lewat pendidikan dan kontribusi nyata,” urainya.

Langkah Tegap Paskibraka

Salah satu momen paling menggetarkan dari upacara ini adalah pengibaran bendera merah putih oleh tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka  (Paskibraka) dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Dengan gerak serempak dan penuh disiplin, mereka memimpin jalannya upacara di bawah tatapan bangga seluruh peserta. Bagi mereka, tugas kali ini bukan sekadar kewajiban, tetapi sebuah kehormatan.

Anggota Paskibraka sekaligus mahasiswa UNJ, Farhan Syafrizal menyebut pengalaman itu sebagai sesuatu yang tak terlupakan.

Rekan satu timnya, Nurus Salsabila, mengungkapkan rasa bangga atas kesempatan tersebut. 

“Dapat amanah sebesar ini membuat saya bangga dan terharu. Semua arahan dari kementerian dan pelatih membuat kami semakin siap. Saya berharap seluruh pemuda Indonesia bisa bersatu menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Nurus.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 ini menjadi pengingat bahwa perjuangan para pemuda 1928 bukan sekadar sumpah, melainkan janji abadi tentang persatuan dan kemajuan bangsa. Kini, tugas estafet perjuangan diteruskan oleh para pemuda yang tak hanya membawa semangat juang, tetapi juga ilmu, inovasi, dan kolaborasi untuk menuju Indonesia Emas 2045.

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang