Menyalakan Asa di Langit Boyolali: Jejak Sekolah Garuda dan Generasi Pencipta Solusi

Kabar

09 October 2025 | 07.39 WIB

Menyalakan Asa di Langit Boyolali: Jejak Sekolah Garuda dan Generasi Pencipta Solusi

Boyolali-Di bawah langit biru, semangat baru pendidikan Indonesia kembali bergema. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkenalkan Sekolah Garuda Transformasi SMA Pradita Dirgantara, sebagai bagian dari langkah nyata pemerintah dalam mewujudkan pendidikan unggul, merata, dan berdaya saing global, Rabu (8/10).

Kobaran semangat membara Nizam Fahim Prayogo, salah satu siswa, menyentuh relung hati setiap insan yang hadir di aula SMA Pradita Dirgantara.

“Apakah hidup hanya tentang menemukan jawaban yang sudah ada?” ujarnya pelan, mengawali refleksinya.

Pertanyaan sederhana itu membawanya keluar dari zona nyaman dunia matematika yang logis dan pasti. Ia mulai menjelajah dunia baru, berjalan menjadi pemimpin, berinovasi, dan berani gagal. Bagi Nizam, pesan sang ayah selalu menjadi lentera saat gundah.

“Jadilah seperti anak kecil yang tak pernah berhenti ingin tahu,” kenang Nizam.

Semangat itu berjalan seiring dengan hadirnya Sekolah Garuda Transformasi yang akan menemani perjalanan menyongsong masa depan Nizam.

“Program ini bukan sekadar transformasi di atas kertas, tetapi transformasi cara berpikir dari sekadar mencari jawaban, menjadi pencipta solusi. Dari rasa ingin tahu yang sederhana, menuju keberanian untuk berkarya bagi bangsa,” katanya dengan mata berbinar.

Nizam percaya, di 2045 dia akan ada di jajaran anak bangsa yang mampu berdampak nyata, menyajikan Indonesia Emas untuk semua.

Guru yang Membukakan Jalan

Bukan hanya siswa yang menemukan makna baru dalam program ini. Nadya, guru SMA Pradita Dirgantara, turut berbagi silau harapan tentang peran pendidik dalam perubahan.

“Menjadi guru adalah peristiwa yang mengubah cara pandang saya terhadap hidup. Setiap murid adalah cermin dari diri saya yang dulu penuh tanya, penuh ragu, tapi juga penuh potensi,” kilas Nadya.

Nadya meyakini, pendidikan bukan hanya ruang belajar, tetapi jembatan untuk mengitari dunia yang lebih luas.

“Kepada semua ‘Nadya muda’ di luar sana, jangan takut mencoba. Gagal itu bagian dari tumbuh. Sekolah Garuda harus menjadi tempat di mana setiap anak merasa dilihat, didengar, dan diberi ruang untuk bermimpi tanpa batas,” harap Nadya yang diiringi gemuruh tepuk tangan siswanya.

Sekolah Garuda Transformasi di SMA Pradita Dirgantara menandai babak baru pendidikan Indonesia. “Generasi Emas bukan hanya generasi yang pandai menghitung masa depan, tetapi generasi yang berani membangunnya dengan rasa ingin tahu, dengan keberanian, dan dengan hati,” ungkapnya.

Melalui Sekolah Garuda Transformasi, Kemdiktisaintek berharap setiap sekolah menjadi pusat pengembangan talenta muda bangsa. Tempat di mana ilmu bertemu nilai, teknologi bersanding dengan empati, dan pendidikan benar-benar menjadi jalan menuju Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan bermartabat.

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif #Sekolahgaruda

/

5

Ulas Sekarang