Jakarta-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menjadi pembicara pada sesi panel diskusi Rapat Pimpinan (Rapim) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Tahun 2026 yang mengangkat tema “Mewujudkan SDM Unggul dan Kesejahteraan Rakyat melalui Peningkatan Ekosistem Hunian dan Kualitas Pendidikan Berbasis Digital”, Rabu (11/2).
Dalam paparannya, Mendiktisaintek menyampaikan pandangan strategis terkait pembangunan, dan penyelenggaraan sekolah unggul sebagai bagian dari upaya pemerintah, dalam menyiapkan talenta Indonesia berdaya saing global.
“Kita sama-sama tahu bahwa salah satu sumber kekayaan setiap negara, yang akan menentukan daya saing, saat ini tidak hanya terletak pada sumber daya alam, tetapi lebih jauh dari itu, adalah sumber daya manusia,” terang Menteri Brian.
Menteri Brian kemudian memaparkan pengembangan Sekolah Unggul Garuda sebagai bagian dari strategi nasional penguatan talenta. Program ini menargetkan pembentukan 100 sekolah unggul, terdiri atas 20 Sekolah Unggul Garuda baru yang akan dibangun pemerintah, serta 80 Sekolah Unggul Garuda Transformasi yang merupakan penguatan dari sekolah unggul yang ada.
Sekolah Unggul Garuda dirancang sebagai pusat pembinaan kepemimpinan, penguatan sains dan teknologi, serta inkubator talenta nasional. Kehadirannya diharapkan membuka akses lebih luas bagi putra-putri terbaik dari berbagai daerah, termasuk luar Pulau Jawa, untuk memperoleh pendidikan menengah berkualitas tinggi dan terhubung dengan pendidikan tinggi unggulan, baik di dalam maupun luar negeri.
Selain pengembangan sekolah unggul, Mendiktisaintek juga memaparkan potensi kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dengan Polri. Dengan jumlah perguruan tinggi dan dosen yang besar, ekosistem pendidikan tinggi dinilai memiliki kapasitas inovasi yang dapat disinergikan untuk menjawab berbagai kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik.
“Di Indonesia ini kurang lebih terdapat 4.000 kampus, jumlah yang sangat besar. Terdapat 300.000 dosen dengan berbagai karya inovasinya,” tutur Menteri Brian.
Ruang kolaborasi tersebut antara lain mencakup pengembangan teknologi pengolahan sampah berbasis kampus, dukungan pendidikan tenaga kesehatan dan dokter spesialis melalui kemitraan fasilitas pelayanan kesehatan, serta pemanfaatan energi baru terbarukan.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek), Ahmad Najib Burhani yang turut hadir dalam diskusi panel menambahkan penguatan ekosistem talenta melalui program Beasiswa Garuda. Dirjen Najib menyampaikan bahwa beasiswa tersebut memberikan kesempatan bagi lulusan SMA Indonesia untuk melanjutkan pendidikan sarjana di perguruan tinggi luar negeri dengan dukungan pembiayaan pemerintah.
Selain itu, juga disoroti peluang kerja sama dengan Polri dalam dukungan proses seleksi pendidikan nasional serta penguatan materi wawasan kebangsaan dalam kurikulum.
Partisipasi Kemdiktisaintek dalam Rapim Polri 2026 menjadi bagian dari komitmen menghadirkan kebijakan dan program pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, selaras dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak melalui penguatan talenta, kolaborasi riset, dan kontribusi inovasi untuk pembangunan nasional.
Panel diskusi ini turut dihadiri Menteri Sosial (Mensos), Syaifullah Yusuf, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid, serta Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Didyk Choiroel.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek#Kampusberdampak
#Kampustransformatif





