Jakarta—Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menghadiri Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja Nasional Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) 2025–2030. Dalam kegiatan tersebut, Mendiktisaintek menyampaikan arahan mengenai urgensi penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) ekonomi Islam serta sinergi antara pendidikan tinggi dan industri, Jum’at (28/11).
Pada kesempatan itu, beliau menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus IAEI yang telah dilantik. Mendiktisaintek menegaskan bahwa amanah yang diemban merupakan bentuk kontribusi bagi umat dan bangsa.
Dalam arahannya, Mendiktisaintek menyoroti kondisi ekonomi global yang bergerak sangat cepat dan penuh kejutan. Karena itu, Indonesia membutuhkan SDM ekonomi Islam yang tidak hanya mampu mengikuti perubahan, tetapi juga merancang masa depan.
“IAEI dapat berdiri sebagai penjaga arah kurikulum Islam, jembatan antara kampus dan industri lokal, dan juga tadi disampaikan industri halal, arsitek ekosistem keuangan syariah, dan juga pilar yang dapat memperkuat UMKM berbasis keunggulan lokal,” ujar Menteri Brian.
Mendiktisaintek menekankan bagaimana Presiden Prabowo Subianto selalu menegaskan perlunya perubahan dan terobosan signifikan untuk mengejar ketertinggalan dari negara maju. Dalam konteks tersebut, Mendiktisaintek menyatakan bahwa kolaborasi menjadi syarat utama untuk menghasilkan terobosan besar.
Teladan Ekonomi Islam dan Peluang Besar di Era Teknologi
Dalam pidatonya, Mendiktisaintek mengangkat kisah tentang sahabat Rasulullah SAW, Abdul Rahman bin Auf sebagai contoh keteladanan pengelolaan harta sekaligus kontribusi sosial. Cerita tersebut menjadi ilustrasi tentang bagaimana ekonomi Islam dapat menghadirkan kesejahteraan.
Mendiktisaintek juga mengaitkan peluang besar yang muncul dari perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI). Menyinggung bagaimana teknologi tersebut sangat bergantung pada hardware GPU yang saat ini banyak diproduksi oleh perusahaan global yang menggambarkan besarnya potensi nilai ekonomi yang bisa dicapai jika Indonesia mampu melahirkan inovasi serupa.
Mendiktisaintek mendorong IAEI untuk menjadi lokomotif ekonomi Islam Indonesia, sebagaimana bangsa lain pernah melahirkan terobosan besar dan meyakini bahwa Indonesia memiliki potensi lebih besar dan para pengurus IAEI memiliki kapasitas untuk mewujudkannya.
Mendiktisaintek mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjadikan momentum ini sebagai komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan kemitraan. Ekonomi Islam harus ditempatkan sebagai kekuatan nyata yang memberikan kesejahteraan, kemandirian, serta memperkuat kedaulatan bangsa.
Di akhir sambutannya, Mendiktisaintek menekankan pentingnya kebersamaan, kolaborasi, dan bergandengan tangan dalam memperkuat SDM, memperkuat industri halal, serta menempatkan ekonomi Islam Indonesia di panggung dunia. Sehingga mampu melahirkan tokoh-tokoh besar ekonomi Islam dari IAEI yang mampu memberikan manfaat luas bagi umat dan bangsa.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






