Mendiktisaintek Tekankan Pentingnya Karakter dan Ketekunan bagi Generasi Muda

Kabar

05 May 2026 | 09.45 WIB

Mendiktisaintek Tekankan Pentingnya Karakter dan Ketekunan bagi Generasi Muda

Jakarta-Upaya memperkuat sinergi pendidikan menengah dan pendidikan tinggi dalam kerangka kebijakan Diktisaintek Berdampak terus dilakukan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Salah satunya melalui kunjungan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto,  ke Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 14 Jakarta, Selasa (5/5).

Kunjungan ini menjadi istimewa karena Menteri Brian merupakan alumni SMA Negeri 14 Jakarta (1991–1994) dan pernah menjabat sebagai Ketua Organisasi Siswa Intra Sekola (OSIS). Kehadiran Mendiktisaintek diharapkan menjadi inspirasi nyata bagi siswa untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi bangsa.

Kepada para siswa, Menteri Brian menekankan pentingnya masa SMA sebagai fase krusial dalam pembentukan karakter dan kesiapan menghadapi masa depan.

“Masa SMA itu masa paling menentukan, masa paling menyenangkan juga, dan masa paling banyak teman-temannya, jadi adik-adik harus bisa memanfaatkan itu,” ujar Menteri Brian.

Mendiktisaintek juga menegaskan bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan, melainkan ditentukan oleh ketekunan dan semangat.

“Jangan pernah lelah mengejar keinginan dan cita-cita. Jangan pernah menyerah mengejar mimpi. Kalau kita mengejar terus, maka jalan-jalan kemudahan itu akan dibuka,” semangat Menteri Brian.

Menteri Brian turut membagikan perjalanan hidupnya dari keluarga sederhana hingga menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Pesan ini mempertegas komitmen Kemdiktisaintek dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berdampak, membuka peluang seluas-luasnya bagi seluruh anak bangsa.

Peran Guru dan Orang Tua 


Dalam kesempatan tersebut, Menteri Brian juga menekankan pentingnya menghormati guru dan orang tua sebagai fondasi kesuksesan.

“Bapak Ibu Guru ini adalah orang-orang terbaik di planet bumi. Mereka lah yang membuat saya berhasil, semua orang berhasil berkat Bapak Ibu Guru, jangan pernah lupakan Guru. Minta doa terus dari orang tua, itu adalah energi yang luar biasa,” pesan Menteri Brian.

Menteri Brian mengajak siswa untuk menjadikan belajar sebagai kebiasaan utama serta memanfaatkan peluang pendidikan tinggi yang semakin terbuka, termasuk akses beasiswa ke berbagai perguruan tinggi dunia.

“Jangan pernah berhenti untuk belajar. Belajar harus menjadi kebiasaan. Tidak ada yang menghalangi keinginan Anda sekarang, kecuali diri sendiri”

Sementara itu, SMAN 14 Jakarta pada tahun 2026 berhasil mengantarkan 21 siswa diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), termasuk 11 siswa penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP). Capaian ini menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi bukan menjadi penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Pihak sekolah juga menekankan bahwa keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kesempatan sukses terbuka luas bagi seluruh siswa yang memiliki tekad kuat untuk meningkatkan kualitas diri.

Menutup arahannya, Menteri Brian mengajak seluruh siswa untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian pribadi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Selama kita memberi manfaat pada orang lain, itu adalah kesuksesan,” tutup Menteri Brian.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam komintmen membangun generasi unggul yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sejalan dengan visi Diktisaintek Berdampak.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi 


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif


/

5

Ulas Sekarang