Mendiktisaintek Tekankan Penguatan Talenta dan Sains, Hadapi Perkembangan Teknologi Digital

Kabar

25 September 2026 | 14.15 WIB

Mendiktisaintek Tekankan Penguatan Talenta dan Sains, Hadapi Perkembangan Teknologi Digital

Jakarta—Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menekankan pentingnya penguatan talenta dan penguasaan sains dasar, sebagai fondasi menghadapi perkembangan teknologi yang berlangsung semakin cepat. Kemajuan teknologi digital perlu diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang mampu memahami, mengembangkan, dan memanfaatkan teknologi untuk menjawab kebutuhan nyata.

Hal tersebut disampaikan Mendiktisaintek saat memberikan sambutan pada Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo (FEKDIxIFSE) 2026, Jumat (25/9). Dalam kesempatan tersebut, Menteri Brian menyoroti perkembangan teknologi digital, kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), quantum computing, hingga kebutuhan penguatan kapasitas teknologi strategis nasional.

“Perkembangan teknologi ke depan ini sangat cepat. Pada akhirnya, yang dibutuhkan adalah talenta-talenta, SDM-SDM yang siap masuk ke wilayah itu, yang siap bertarung, dan kemudian siap terus-menerus bekerja di wilayah-wilayah yang mungkin jauh dari hidup kita, jauh dari hiruk pikuk. Jadi memang, tema Talenta Digital untuk Indonesia Maju hari ini sangat-sangat tepat. Kita memang membutuhkan anak-anak kita yang menyukai bidang-bidang ini,” ujar Menteri Brian.

Dicontohkan Menteri Brian adalah perkembangan AI, dan quantum computing menunjukkan bahwa teknologi komputasi terus bergerak menuju kemampuan yang semakin maju. Karena itu, kesiapan talenta menjadi salah satu perhatian penting dalam menghadapi perubahan tersebut. Menteri Brian juga menilai bahwa generasi muda perlu dipersiapkan untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami dan mengembangkan teknologi sesuai dengan bidang yang terus berkembang.

Menurut Mendiktisaintek, kemampuan mengembangkan teknologi strategis perlu dibangun melalui penguatan talenta dan penguasaan sains serta teknologi. Hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas nasional dan mengurangi ketergantungan pada teknologi dari luar negeri.

Indonesia, lanjut Menteri Brian, juga memiliki talenta yang telah berkontribusi pada pengembangan teknologi di tingkat global. Mendiktisaintek mencontohkan talenta Indonesia yang disebutnya menduduki posisi Chip Architect Lead di NVIDIA. Menurutnya, contoh tersebut menunjukkan bahwa talenta Indonesia memiliki peluang untuk mengambil peran dalam pengembangan teknologi strategis.

Sejalan dengan penguatan talenta, Menteri Brian menyoroti pentingnya meningkatkan minat generasi muda terhadap matematika, MIPA, teknik, basic science, hard science, dan hard engineering. Menurutnya, bidang-bidang tersebut merupakan fondasi penting bagi kemajuan sains dan teknologi.

“Padahal justru kemajuan science-technology itu backbone-nya adalah basic science, hard science, hard engineering,” kata Menteri Brian.

Penguatan bidang tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan Indonesia untuk membangun kapasitas teknologi strategis. Menteri Brian menyampaikan bahwa Indonesia bersama sejumlah mitra, termasuk Danantara, BUMN, dan Peruri, mendapat tugas untuk mengembangkan chip yang antara lain dibutuhkan untuk identitas digital seperti paspor, SIM, dan KTP.

Perkuat Kolaborasi, Tumbuhkan Talenta

Menteri Brian juga mengajak generasi muda untuk terus belajar dan mengembangkan gagasan berdasarkan persoalan nyata. Serta mendorong agar talenta tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi berani mencoba, bekerja lintas disiplin, dan terus mencari solusi ketika menghadapi kegagalan.

“Kepada para mahasiswa dan talenta digital yang hadir hari ini, saya ingin berpesan: teruslah belajar, teruslah mencoba, teruslah berusaha. Silakan melihat persoalan-persoalan yang barangkali bisa dicarikan solusinya, bekerjalah bersama orang-orang dari bidang yang berbeda. Jika sebuah gagasan belum berhasil, maka silakan dicoba dan dicoba lagi. Banyak karya yang bermanfaat lahir dari ketekunan untuk memahami masalah dengan sesungguhnya,” pesan Menteri Brian.

Menteri Brian kemudian menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri. Mendiktisaintek mengajak para mitra dari otoritas, industri, dan perguruan tinggi untuk memperluas kerja sama dengan kampus sehingga ilmu yang dikembangkan di perguruan tinggi semakin relevan dan dekat dengan kebutuhan di lapangan.

Menurutnya, kolaborasi tersebut juga perlu diarahkan untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi talenta muda. Mendiktisaintek meyakini masa depan ekonomi digital Indonesia akan sangat ditentukan oleh kesempatan yang diberikan kepada generasi muda untuk belajar, berkembang, dan mengambil peran dalam bidang-bidang teknologi.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti turut menyoroti kebutuhan peningkatan talenta dan literasi teknologi. Gubernur BI menyampaikan bahwa kebutuhan tenaga kerja dengan kemampuan teknologi terus berkembang, sementara ketersediaan talenta pada bidang tersebut masih menjadi tantangan. Hal tersebut memperkuat pentingnya pengembangan SDM dan kolaborasi lintas sektor yang disampaikan Mendiktisaintek.

Penguatan talenta, penguasaan sains dasar, dan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia industri menjadi bagian penting dalam mempersiapkan Indonesia menghadapi perkembangan teknologi. Melalui ekosistem pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan inovasi yang semakin terhubung, Kemdiktisaintek mendorong agar talenta Indonesia mampu berkembang sekaligus menghasilkan kontribusi yang relevan bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Ulas Sekarang