Mendiktisaintek: Pendidikan Tinggi adalah Pintu, Beasiswa Kuncinya

Kabar

16 September 2026 | 16.30 WIB

Mendiktisaintek: Pendidikan Tinggi adalah Pintu, Beasiswa Kuncinya

Jakarta—Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto  menegaskan pentingnya beasiswa, untuk membuka kesempatan berkuliah bagi anak-anak Indonesia yang memiliki potensi akademik, tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi. Hal itu disampaikan Mendiktisaintek saat bertemu dengan mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, di sela kegiatan Sarasehan Mitra Beasiswa SatuBeasiswa Indonesia, di kantor Kemdiktisaintek, Rabu (16/9).

Menurut Menteri Brian, pendidikan tinggi dapat menjadi jalan bagi generasi muda untuk memperluas peluang dan membawa perubahan bagi keluarganya. Karena itu, keberadaan beasiswa menjadi bagian penting bagi generasi muda Indonesia untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Pendidikan tinggi adalah cara paling nyata untuk memutus lingkaran kemiskinan. Namun, pintu itu ada yang belum terbuka lebar bagi semua anak. Beasiswa adalah kuncinya, salah satunya adalah KIP Kuliah,” tegas Menteri Brian.

Pada Sarasehan Mitra Beasiswa SatuBeasiswa Indonesia, Mendiktisaintek menekankan banyaknya peluang beasiswa di Indonesia dari berbagai penyelenggara. Namun, informasinya masih tersebar di banyak saluran, sehingga keberadaan program beasiswa yang ada belum sepenuhnya menjangkau anak bangsa yang benar-benar membutuhkan.

“Untuk menjawab persoalan ini, kami menghadirkan SatuBeasiswa Indonesia. Gagasannya sederhana. Informasi beasiswa dari seluruh mitra kita satukan dalam satu wadah, sehingga dapat menjangkau calon penerima di seluruh Indonesia, baik di kota besar maupun di pelosok negeri,” jelas Menteri Brian dalam sambutannya.

Hadirkan Ekosistem Beasiswa

Salah satu mahasiswa penerima KIP Kuliah, Ajkia Nur Muhammad Galih dari Program Studi S1 Pendidikan Dokter Gigi Universitas Jenderal Achmad Yani, mengaku mendapatkan pengalaman yang seru dan informatif dalam kegiatan tersebut. 

“Acara ini sangat seru dan juga informatif. Apalagi tadi ketemu dengan Bapak Menteri langsung, diberi penjelasan tentang bagaimana kita nanti ke depannya, setelah dapat beasiswa ini kita harus bagaimana. Jadi sangat membuka wawasan kita lebih luas dan juga menambah semangat buat kita kuliah, terus mempertahankan IPK dan lain-lain,” ujar Ajkia.

Selain itu, Salsabila Khasanah dari Program Studi S1 Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan dan bertemu dengan para tokoh yang hadir. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi inspirasi untuk terus berkembang dan mewujudkan cita-cita. 

“Saya juga sangat bersyukur mendapatkan beasiswa ini, dalam hal ini adalah menjadi awal mimpi saya, di mana saya yang biasanya hanya berangan-angan, sekarang bisa mewujudkan mimpi itu dengan perlahan,” ungkap Salsabila. 

Ia juga berharap kehadiran platform SatuBeasiswa Indonesia dapat membantu masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) memperoleh informasi mengenai berbagai peluang beasiswa. Salsabila yang bercita-cita menjadi dokter spesialis anak juga berharap kesempatan memperoleh beasiswa dapat terus tersedia hingga jenjang pendidikan spesialis.

Lebih lanjut Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Dyah Sawitry, menyebut bahwa program Satu Beasiswa Indonesia sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi. Menurutnya, program tersebut dapat menjadi bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan sumber daya manusia Indonesia.

Kepala LLDikti VII Dyah menilai, kolaborasi melalui SatuBeasiswa Indonesia juga memiliki potensi besar untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan tenaga dokter di Indonesia. Perguruan tinggi, khususnya program studi kedokteran di lingkungan PTS, diharapkan dapat mengambil bagian dalam memberikan beasiswa, sehingga semakin banyak mahasiswa berpotensi menjadi dokter yang dapat berkontribusi bagi masyarakat.

“Program ini sangat strategis karena membuka ruang kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi, untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Jika setiap program studi kedokteran dapat memberikan beasiswa dan melahirkan satu dokter saja, dengan sekitar 250 program studi, maka akan ada sekitar 250 dokter baru yang lahir melalui kolaborasi PTS di Indonesia. Ini menjadi bagian dari satu visi besar untuk mewujudkan SDM unggul menuju Indonesia Emas,” ungkap Kepala LLDikti VII.

Pada pertemuan dengan para mahasiswa penerima KIP Kuliah, Mendiktisaintek mengajak para mahasiswa untuk tidak melupakan peran perguruan tinggi dan berbagai pihak, yang telah memberikan dukungan selama perjalanan pendidikan mereka. Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan, para penerima beasiswa diharapkan dapat terus berkontribusi dan turut membuka kesempatan bagi generasi berikutnya.

Kemdiktisaintek menilai keberlanjutan dukungan terhadap pendidikan dapat dibangun melalui keterlibatan berbagai pihak, termasuk para penerima beasiswa yang kelak telah berhasil. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin luas pula kesempatan yang dapat diberikan kepada generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi. Kolaborasi antarpihak menjadi bagian dari upaya memperluas akses informasi, dan kesempatan beasiswa bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Ulas Sekarang