Jakarta–Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan pentingnya membangun ASN yang kuat, adaptif, dan berdampak dalam menghadapi berbagai tantangan global menuju Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber pada kegiatan Pembekalan Intelektual Birokrasi bagi Siswa Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian/Lembaga Gelombang I Tahun Anggaran 2026, Selasa (2/6).
Menteri Brian menekankan bahwa peran ASN dan Komcad bukanlah dua hal yang terpisah, melainkan satu kesatuan pengabdian kepada bangsa dan negara. Menurutnya, semangat kedisiplinan, ketangguhan, dan dedikasi yang dibangun melalui pembekalan Komcad akan memperkuat kualitas pelayanan ASN kepada masyarakat.
“ASN yang baik siap mengabdi bagi negara Indonesia. Menjadi ASN yang unggul dan menjadi Komcad yang tangguh bukanlah dua hal yang bertentangan. Itu adalah satu kesatuan pengabdian yang nantinya akan memberikan dampak positif ketika mengabdi sebagai ASN,” ujar Menteri Brian.
Menteri Brian menjelaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi perubahan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, ketahanan pangan dan energi, perkembangan kecerdasan artifisial (AI), keamanan siber, hingga maraknya disinformasi. Dalam situasi tersebut, ASN dituntut tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga mampu membaca perubahan, mengantisipasi tantangan, serta menghadirkan solusi yang relevan bagi masyarakat.
Menurut Mendiktisaintek, Indonesia harus terus bergerak maju agar mampu sejajar dengan negara-negara maju dunia. Untuk mewujudkan hal tersebut, birokrasi memiliki peran strategis sebagai penggerak pembangunan dan pelayanan publik yang efektif.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa Indonesia harus menjadi negara maju. Ini bukan keinginan maupun sebuah pilihan, tetapi ini adalah suatu keharusan,” tegas Menteri Brian.
Lebih lanjut, Mendiktisaintek menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penentu dalam menghadapi berbagai disrupsi yang terjadi. Oleh karena itu, ASN perlu memiliki pola pikir pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner) serta terus memperbarui kompetensi sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Mendiktisaintek mengingatkan bahwa kemajuan teknologi berlangsung sangat cepat dan akan terus mengubah cara kerja birokrasi di masa depan. Kecakapan digital, kemampuan analisis, inovasi, dan literasi teknologi menjadi kompetensi yang perlu terus ditingkatkan agar ASN mampu tetap relevan dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Para peserta turut didorong untuk memanfaatkan pembekalan ini sebagai momentum pembentukan karakter dan kepemimpinan. Nilai kedisiplinan, integritas, semangat belajar, kemampuan beradaptasi, serta keberanian mengambil keputusan dinilai merupakan bekal penting dalam menjalankan tugas sebagai ASN sekaligus bagian dari komponen pertahanan negara.
Melalui kegiatan ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. ASN diharapkan menjadi lebih dari pelaksana kebijakan, tetapi juga agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak






