Jakarta–Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/6).
Rapat kerja membahas berbagai isu strategis pendidikan tinggi, mulai dari evaluasi pelaksanaan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), berbagai persoalan terkini di perguruan tinggi, tindak lanjut rekomendasi Komisi X DPR RI, evaluasi pelaksanaan program strategis nasional, hingga isu-isu aktual yang menjadi perhatian publik.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Brian menyampaikan berbagai langkah yang telah dan akan dilakukan untuk memperkuat akses, mutu, relevansi, serta tata kelola pendidikan tinggi sebagai bagian dari implementasi kebijakan Diktisaintek Berdampak. Melalui pendekatan ini, pendidikan tinggi didorong menjadi pusat pengembangan talenta unggul, riset berkualitas, dan inovasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha dan dunia industri, serta mendukung pembangunan nasional.
Pada agenda evaluasi SNPMB, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmennya untuk terus menyempurnakan sistem seleksi nasional agar semakin transparan, akuntabel, inklusif, dan berkeadilan. Berbagai masukan dari Komisi X DPR RI menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas tata kelola penerimaan mahasiswa baru, termasuk melalui peningkatan pengawasan, penguatan keamanan sistem, evaluasi daya tampung program studi, serta penyelarasan kebijakan penerimaan mahasiswa dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Kemdiktisaintek juga terus memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk melalui berbagai kebijakan afirmasi bagi mahasiswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Upaya tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan tinggi yang bermutu.
Dalam pembahasan mengenai tata kelola pendidikan tinggi, Kemdiktisaintek menjelaskan bahwa evaluasi program studi dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Langkah tersebut bertujuan memastikan setiap program studi memiliki relevansi dengan kebutuhan pembangunan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Rapat kerja juga membahas berbagai persoalan terkini di perguruan tinggi, termasuk peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia, percepatan penyelesaian studi lanjut dosen, perbaikan tata kelola kelembagaan, serta peningkatan daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat global.
Pada bidang riset dan inovasi, Kemdiktisaintek terus mendorong terwujudnya ekosistem penelitian yang unggul, kolaboratif, dan berdampak. Peningkatan kapasitas peneliti, hilirisasi hasil riset, pengembangan inovasi, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah menjadi langkah penting dalam mempercepat kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi bagi pembangunan nasional.
Selain itu, Kemdiktisaintek terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi guna mewujudkan ruang belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh sivitas akademika.
Rapat kerja juga menyoroti pentingnya integritas akademik dan riset. Menindaklanjuti informasi yang berkembang di masyarakat terkait dugaan pelanggaran integritas penelitian, Kemdiktisaintek telah mengambil langkah cepat melalui penelusuran dan verifikasi bersama berbagai pihak terkait.
"Kami berterima kasih atas berbagai informasi yang disampaikan masyarakat melalui media sosial. Menindaklanjuti informasi tersebut, kami telah membentuk tim khusus untuk melakukan pendalaman dan pengumpulan data lebih lanjut," ujar Menteri Brian.
Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Kemdiktisaintek untuk menjaga integritas akademik dan memperkuat kepercayaan publik terhadap ekosistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi Indonesia. Kemdiktisaintek juga membuka ruang partisipasi publik melalui penyampaian informasi yang konstruktif dan berbasis data guna mendukung budaya akademik yang beretika, profesional, dan bertanggung jawab.
Berbagai masukan dan rekomendasi Komisi X DPR RI akan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kebijakan Kemdiktisaintek guna memperkuat akses, mutu, integritas, serta relevansi pendidikan tinggi, sains, dan teknologi bagi kemajuan bangsa. Melalui semangat Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek akan terus mendorong lahirnya talenta unggul, mempercepat riset dan inovasi yang bermanfaat, serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak





