Mendiktisaintek Dampingi Presiden RI dalam Kunjungan Kenegaraan ke Australia: Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia–Australia

Kabar

12 November 2025 | 17.00 WIB

Mendiktisaintek Dampingi Presiden RI dalam Kunjungan Kenegaraan ke Australia: Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia–Australia

Sydney-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat agenda diplomasi pendidikan tinggi dan riset dalam Kunjungan Kenegaraan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, ke Australia pada 11–12 November 2025.

Dalam kunjungan ini, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto juga mendampingi Presiden RI dalam beberapa agenda kenegaraan. Serta dilaksanakan penandatanganan pembaruan Memorandum of Understanding (MoU) on Higher Education and Research antara Indonesia dan Australia.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan secara sirkular oleh Mendiktisaintek Brian Yuliarto dan Menteri Pendidikan Australia, Jason Clare MP, sebagai tonggak penting dalam memperdalam kemitraan strategis di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi.

“Kami menyambut baik penandatanganan MoU ini yang dilakukan bertepatan dengan kunjungan Presiden Prabowo ke Australia. Australia merupakan partner strategis bagi Indonesia, baik di bidang pendidikan tinggi maupun riset. Kita harapkan kolaborasi di bidang pendidikan tinggi dan riset semakin meningkat sebagai implementasi dari penandatanganan dokumen MoU ini. Kerja sama dapat dijalankan secara resiprokal antara Indonesia dan Australia. Perguruan tinggi Indonesia diharapkan dapat mengeksplorasi lebih banyak kerja sama joint research, double degree, joint publication, student dan staff exchange,” ujar Menteri Brian.

MoU ini menjadi landasan untuk memperluas akses, meningkatkan kualitas kolaborasi akademik, dan memperkuat ekosistem riset melalui pola kemitraan yang lebih adaptif dan berdampak. Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan “Diktisaintek Berdampak” untuk mendorong setiap program dan kolaborasi untuk memberikan hasil nyata bagi masyarakat, industri, dan pembangunan nasional.

Kolaborasi Riset yang Semakin Kuat dan Terstruktur

Lebih lanjut, Menteri Brian menegaskan bahwa kerja sama riset antara Indonesia dan Australia selama ini telah berkembang melalui berbagai skema pendanaan seperti Australia-Indonesia Knowledge Partnership Platform (KONEKSI), Partnership in Research Indonesia and Melbourne (PRIME), dan Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR). Program-program tersebut telah menjadi katalis dalam mempertemukan peneliti kedua negara untuk menghasilkan riset yang relevan dan berkelanjutan.

“Kerja sama joint research funding sudah berjalan secara baik antar kedua negara dalam skema KONEKSI, PRIME, dan PAIR. Diharapkan lebih banyak lagi kerja sama yang berdampak lahir sebagai implementasi dari MoU ini. Riset dan hilirisasi dalam rangka mendukung asta cita dapat dijajaki oleh peneliti kedua belah negara seperti di bidang pertahanan dan keamanan, ketahanan pangan, ketahanan energi, ekonomi hijau, ekonomi biru, air, kesehatan, serta hilirisasi dan industrialisasi,” tambah Menteri Brian.

MoU yang diperbarui ini juga memperkuat integrasi berbagai kerja sama riset yang sebelumnya berjalan secara terpisah, sehingga ke depan pengawasan dan koordinasi kerja sama bilateral riset dapat dilakukan melalui satu kerangka kolaborasi yang lebih efisien dan terukur.

"Pendidikan merupakan pilar utama kemitraan Australia-Indonesia. Nota Kesepahaman yang diperbarui ini menggarisbawahi prioritas kedua pemerintah dalam memajukan kolaborasi di bidang pendidikan tinggi dan penelitian," ujar Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier.

Memperluas Dampak ke Pendidikan Tinggi

Australia saat ini memiliki tiga kampus cabang yang beroperasi di Indonesia—Monash University, Western Sydney University, dan Deakin University bekerja sama dengan Lancaster University. Ketiganya telah berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas di Indonesia, serta membuka ruang kolaborasi riset dan inovasi yang lebih besar.

Indonesia juga menjadi rumah bagi ratusan kerja sama antara perguruan tinggi Indonesia dan Australia, termasuk penelitian bersama, gelar ganda, seminar ilmiah, serta pertukaran mahasiswa dan staf. Pada 2024, lebih dari 24.000 mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di Australia, menjadikan Australia jadi salah satu destinasi utama pendidikan tinggi internasional bagi pelajar Indonesia.

Dengan ditandatanganinya MoU baru ini, peluang kerja sama semakin terbuka luas, baik melalui pembukaan program studi prioritas berbasis STEAM di kampus cabang Australia di Indonesia, maupun peningkatan mobilitas akademik dua arah.

Menguatkan Kerja Sama Strategis Indonesia–Australia

Hubungan Indonesia–Australia terus mengalami penguatan melalui berbagai instrumen kerja sama, termasuk Comprehensive Strategic Partnership (CSP) dan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Pada level pendidikan tinggi dan riset, MoU ini mempertegas komitmen kedua negara untuk membangun kolaborasi jangka panjang yang saling menguntungkan dan berdampak nyata bagi pembangunan nasional.

Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh implementasi MoU ini diarahkan pada pencapaian tujuan strategis nasional, terutama mendorong kapabilitas riset, inovasi, dan hilirisasi teknologi yang mendukung agenda nasional, termasuk ketahanan pangan, energi, transformasi digital, dan penguatan industri masa depan.

Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo dan penandatanganan MoU ini menandai langkah maju dalam memajukan hubungan bilateral Indonesia–Australia, khususnya dalam sektor pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Dengan semangat Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek memastikan bahwa setiap kerja sama tidak hanya memperkuat hubungan antarnegara, tetapi juga menciptakan manfaat konkret bagi bangsa Indonesia.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif



news

cms

/

5

Ulas Sekarang