Yogyakarta—Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto meninjau langsung fasilitas pengolahan sampah di Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (13/2).
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen dalam mendorong kampus sebagai model pengelolaan sampah terintegrasi berbasis inovasi dan keberlanjutan.
Di PIAT UGM, seluruh sampah dari lingkungan kampus serta sejumlah unit di sekitarnya dikumpulkan dan diproses secara terpusat. Sistem ini tidak hanya mencakup pengolahan sampah organik menjadi kompos, tetapi juga pemanfaatan teknologi seperti budidaya maggot untuk mempercepat dekomposisi.
“Proses pengolahan sampah sangat lengkap. Semoga kualitasnya bisa terus ditingkatkan lagi, sehingga pada akhirnya pengelolaan sampah yang modern ini bisa kita pandang sebagai percontohan dalam penanganan sampah yang terintegrasi,” ujar Menteri Brian.
Semua sampah di kawasan UGM hingga sejumlah hotel, rumah sakit, dan lingkungan lain di sekitar UGM dikirimkan ke PIAT untuk diolah. Menurut Wiranti, dosen Teknik Kimia UGM sekaligus Kepala PIAT UGM, sampah yang terkumpul mencapai hampir 10 ton per hari.
Menteri Brian juga melihat langsung model pengolahan sampah sederhana yang telah dibagikan kepada komunitas di sekitar kampus, sebagai bentuk diseminasi praktik baik. Bagi Kemdiktisaintek, inisiatif ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pengembangan riset dan teknologi, tetapi juga dalam menghadirkan solusi konkret yang dapat direplikasi untuk mendukung agenda nasional pengelolaan sampah berkelanjutan.
Sejalan dengan kunjungan lapangan di UGM, Menteri Brian sebelumnya turut menegaskan posisi strategis perguruan tinggi dalam mendukung percepatan penanganan sampah nasional.
Sebelumnya, Mendiktisaintek di Istana Kepresidenan mengungkap bahwa pemerintah saat ini sedang berupaya melakukan percepatan pengembangan dan uji coba teknologi pengolahan sampah skala mikro. Hal tersebut disampaikan saat hadir di Istana Presiden Republik Indonesia untuk membahas percepatan penanganan sampah nasional, Rabu lalu (11/2).
Lebih lanjut dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Sampah Nasional yang digelar di Kementerian Koordinator Bidang Pangan minggu lalu, Mendiktisaintek juga menyoroti bahwa gerakan Pengelolaan Sampah di Kampus sudah dimulai sejak tahun sebelumnya. Kampus dinilai memiliki peran lebih dari sekadar pusat riset, melainkan juga sebagai laboratorium nyata untuk menguji, menyempurnakan, dan mereplikasi solusi teknologi pengelolaan sampah.
Melalui pendekatan tersebut, Kemdiktisaintek terus mendorong konsolidasi berbagai inovasi teknologi pengolahan sampah hasil pengembangan perguruan tinggi agar semakin matang untuk dihilirisasi dan distandarisasi, sehingga dapat dimanfaatkan secara luas oleh pemerintah daerah sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing wilayah.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






