(Unila): Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) yang tengah melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode I tahun 2026 menghadirkan terobosan digitalisasi pemasaran bagi produk unggulan desa, Modified Cassava Flour (Mocaf), di Desa Purwodadi, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu.
Program ini diwujudkan melalui Workshop Optimalisasi Google Maps & Strategi Pengembangan Brand Mocaf yang melibatkan masyarakat, perangkat desa, serta kelompok UMKM lokal. Produk Mocaf yang selama ini menjadi denyut ekonomi warga Purwodadi masih terkendala pemasaran terbatas dan minim visibilitas digital. Sentra produksi bahkan belum terdaftar di Google Maps dan belum memiliki aktivitas promosi di media sosial.
Melihat potensi besar yang belum tergarap, mahasiswa KKN Unila menggagas program berbasis digitalisasi untuk membuka akses pasar yang lebih luas. Google Maps dipilih sebagai pintu masuk transformasi karena mudah diakses, gratis, dan efektif meningkatkan visibilitas usaha, terutama bagi UMKM desa.
Workshop ini menghadirkan materi aplikatif mulai dari pengenalan branding UMKM, optimalisasi profil usaha di Google Maps, hingga pengelolaan media sosial sebagai etalase bisnis. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi langsung mempraktikkan pendaftaran dan optimalisasi profil digital Sentra Mocaf. Kini, rumah produksi tersebut telah memiliki identitas digital yang informatif dan lebih mudah ditemukan calon pembeli maupun mitra usaha.
Program ini dijalankan oleh mahasiswa lintas jurusan Unila dengan arahan Prof. Dr. Ir. Sugeng Prayitna Harianto, M.S., sebagai Dosen Pembimbing Lapangan. Kolaborasi juga terjalin dengan mahasiswa KKN-T IPB yang lebih dahulu mengabdi di Desa Purwodadi, sehingga program berjalan sinergis dengan pijakan awal yang telah dipetakan.
Mahasiswa Unila kemudian mengakselerasi program melalui eksekusi teknis workshop, penguatan strategi digitalisasi, dan pengembangan branding berbasis kekhasan lokal Purwodadi. Antusiasme masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK dan Kelompok Wanita Tani, menjadi bukti keberhasilan program. Media sosial yang sebelumnya dianggap sekadar hiburan kini dipahami sebagai jembatan ekonomi.
Pemerintah desa turut mendukung dengan fasilitasi promosi dan penguatan kelembagaan UMKM, sementara Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu berkomitmen menjaga keberlanjutan melalui peningkatan nilai tambah singkong dan produk turunan. Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN Unila meninggalkan tiga output konkret: digitalisasi lokasi produksi di Google Maps, pengelolaan akun Instagram oleh tim desa, serta banner identitas di sentra produksi.
Langkah ini memastikan program tidak berhenti sebagai seremonial, melainkan menjadi fondasi pemasaran berkelanjutan. Program ini mencerminkan kontribusi nyata mahasiswa Unila dalam mendukung agenda nasional Kemdiktisaintek dan Kemkomdigi terkait transformasi digital UMKM, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Dari singkong sederhana, Desa Purwodadi kini menapaki jalan menuju desa yang dikenal, dicari, dan diperhitungkan di peta digital hingga pasar nasional. [Humas]






