Bandar Lampung – Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menggelar kuliah umum bertema “Belajar Bahasa Prancis dan Membangun Pengaruh di Era Digital” di Aula C FKIP Unila, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan global sekaligus memahami peran bahasa asing di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Kuliah umum diikuti seluruh mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis dan menghadirkan kreator konten asal Prancis, Mathias Even, sebagai narasumber utama. Acara dipandu oleh dosen Pendidikan Bahasa Prancis, Riza Harani.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila, Setia Rini, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing merupakan salah satu kompetensi penting di era global. Selain membuka akses terhadap peluang pendidikan dan karier internasional, kemampuan berbahasa asing juga dapat menjadi sarana memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.
“Penguasaan bahasa asing tidak hanya mendukung daya saing global, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke tingkat internasional,” ujarnya.
Kegiatan semakin semarak dengan penampilan lagu berbahasa Prancis yang dibawakan oleh Jessica Florensia, mahasiswa berprestasi yang telah meraih sejumlah penghargaan dalam kompetisi solo song bahasa Prancis tingkat universitas.
Dalam sesi pemaparan, Mathias Even berbagi pengalaman selama tinggal di Indonesia dan membangun karier sebagai kreator konten yang menjembatani budaya Indonesia dan Prancis. Menurutnya, bahasa memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar alat komunikasi.
“Bahasa adalah jembatan yang sangat penting, bahkan di era digital sekalipun,” ungkap Mathias.
Ia menjelaskan bahwa media digital memberikan peluang besar bagi generasi muda untuk memperluas pengaruh positif sekaligus memperkenalkan budaya kepada khalayak global. Melalui konten yang kreatif dan edukatif, media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk membangun pemahaman lintas budaya dan memperkuat hubungan antarnegara.
Mathias juga mendorong mahasiswa untuk berani keluar dari zona nyaman, aktif mengembangkan kemampuan bahasa asing, serta memanfaatkan platform digital sebagai ruang berkarya dan berbagi pengetahuan.
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari cara meningkatkan kepercayaan diri saat berbicara dalam bahasa asing hingga peluang melanjutkan studi ke luar negeri.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa Prancis, tetapi juga memiliki wawasan global, keterampilan komunikasi lintas budaya, serta kepercayaan diri untuk berkompetisi di tingkat internasional.
Kuliah umum tersebut menjadi bagian dari upaya FKIP Unila menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus mempersiapkan mahasiswa menjadi generasi yang mampu memanfaatkan teknologi digital untuk membangun jejaring, menyebarkan pengetahuan, dan memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia.







