(Unila): Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) kini hadir bukan sekadar agenda rutin mahasiswa turun ke desa, melainkan menjadi bagian dari strategi penguatan komoditas lokal dan peningkatan nilai tambah pertanian. Hal ini ditegaskan Bupati Pringsewu, Lampung, Riyanto Pamungkas, saat menerima 130 mahasiswa KKN Unila yang menjalankan pengabdian masyarakat di wilayahnya.
“Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan akademik, tetapi bagian dari upaya memperkuat tata kelola komoditas lokal,” ujarnya. KKN Unila tahun ini mengusung tema “Pengembangan Produksi Mocaf dan Hasil Olahan Pertanian di Kabupaten Pringsewu”, dengan fokus utama pada komoditas singkong. Melalui pengolahan singkong menjadi modified cassava flour (mocaf), diharapkan petani memperoleh nilai tambah yang lebih tinggi, stabil, dan berkelanjutan.
Bupati Riyanto menilai mocaf sebagai inovasi penting dalam mendukung program diversifikasi pangan nasional. Namun, pengembangannya membutuhkan sinergi kuat mulai dari budidaya, penanganan pascapanen, hingga pengembangan produk. “Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk belajar dan berkontribusi langsung di lapangan,” tambahnya.
Ia juga mengajak penyuluh pertanian, perangkat daerah, dan mitra pembangunan untuk mendukung penuh kegiatan KKN agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.
Penyambutan mahasiswa KKN turut dihadiri mantan Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S., serta jajaran pimpinan Unila.
Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng. menegaskan, KKN di Pringsewu merupakan hasil kolaborasi strategis antara Unila dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu.
Menurutnya, pengembangan mocaf bukan hanya soal teknologi pengolahan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi desa, dan peningkatan kesejahteraan petani. “Kami percaya mahasiswa dapat menjadi penggerak perubahan sekaligus belajar langsung dari masyarakat,” ujarnya. [Humas]






