Setelah sukses dengan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Merajut Nusantara pada tahun 2025 di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III kembali mengagendakan program serupa dengan cakupan yang lebih luas dan fokus yang lebih terarah. Kali ini, program KKN Tematik Merajut Nusantara dirancang untuk dilaksanakan di Pulau Sumatra, khususnya Provinsi Sumatra Barat, sebagai bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana.
Sebagai langkah awal, LLDikti Wilayah III menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kegiatan KKN Tematik Merajut Nusantara di Pulau Sumatra yang berlangsung di Ruang Rapat Ki Hajar Dewantara, Kantor LLDikti Wilayah III. Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 25 perwakilan perguruan tinggi di lingkungan Jakarta, guna memperkuat sinergi dan menyusun arah pelaksanaan program secara komprehensif.
Rapat koordinasi ini membahas berbagai aspek strategis, mulai dari penyusunan struktur kepanitiaan, perumusan linimasa kegiatan, hingga penguatan aspek akademik agar program ini dapat terkonversi menjadi bagian dari mata kuliah mahasiswa. Forum ini juga menjadi ruang kolaborasi lintas perguruan tinggi untuk merancang program pengabdian yang tidak hanya responsif terhadap kebutuhan masyarakat, tetapi juga terukur secara akademik.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Belmawa dan Prestasi LLDikti Wilayah III, Dian Rusdiana, menekankan pentingnya kesinambungan dan ketepatan perencanaan dalam menyukseskan program ini. Ia menyampaikan, “Kami memandang perlu untuk melibatkan tim yang tahun lalu menyusun silabus, karena target utama kita adalah agar program KKN Tematik Merajut Nusantara ini dapat dikonversi ke dalam mata kuliah mahasiswa. Selain itu, fokus kita saat ini adalah penyusunan timeline kegiatan agar seluruh target kerja menjadi jelas dan terukur,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa penyusunan linimasa kegiatan akan menjadi pijakan utama dalam memastikan setiap tahapan koordinasi berjalan efektif dan menghasilkan progres yang nyata. “Dengan timeline yang terukur, setiap pertemuan koordinasi selanjutnya akan memiliki agenda yang spesifik dan mampu menghasilkan progres yang nyata,” tambahnya.
Pandangan serupa turut disampaikan oleh Dr. Mufid Nilmada dari Universitas Gunadarma yang menyatakan komitmen institusinya dalam mendukung pelaksanaan program ini melalui pendekatan kolaboratif lintas disiplin. Ia menjelaskan, “Kami menyiapkan kontribusi nyata mulai dari sektor kesehatan, psikologi, hingga usulan pembangunan infrastruktur. Mengingat medan tugas yang bersifat extraordinary, seleksi mahasiswa berbasis kompetensi menjadi sangat penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berdampak bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dalam forum tersebut, pembahasan juga mengerucut pada penentuan lokasi pelaksanaan yang difokuskan di wilayah Sumatra Barat, dengan pemilihan kecamatan spesifik berdasarkan tingkat keparahan dampak bencana. Selain itu, masing-masing perguruan tinggi diharapkan dapat memetakan kontribusi ke dalam sektor-sektor prioritas seperti kesehatan, trauma healing, pendidikan, perbaikan infrastruktur, hingga pemulihan ekonomi masyarakat.
Tidak hanya itu, aspek kesiapan pelaksanaan di lapangan turut menjadi perhatian, termasuk penetapan standar seleksi peserta berbasis kompetensi serta penjajakan solusi logistik yang efisien. Upaya ini mencakup kemungkinan kerja sama dukungan transportasi melalui pihak terkait guna memastikan kelancaran mobilisasi peserta ke lokasi kegiatan.
Melalui kegiatan ini, LLDikti Wilayah III menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang hadir langsung di tengah masyarakat. KKN Tematik Merajut Nusantara diharapkan menjadi wujud nyata kolaborasi pendidikan tinggi dalam merespons kebutuhan pemulihan pascabencana secara konkret, terarah, dan berkelanjutan.






