Aceh-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana Wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Universitas Teuku Umar (UTU) kembali menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Aceh Barat dan Nagan Raya, Rabu (17/12).
Tim tanggap darurat bencana UTU yang terdiri dari dosen dan mahasiswa menyalurkan bantuan berupa tandon, pompa air, genset, serta bahan pangan ke wilayah Pantai Cermin, Aceh Barat. Bantuan ini akan disalurkan ke enam desa dengan kondisi terparah dari 13 wilayah terdampak di Pantai Cermin meliputi Desa Ketambang, Desa Djambak, Desa Lawit, Desa Langung, dan Desa Pulo Tengah.
Selain itu, tim UTU lainnya juga menyalurkan bantuan logistik berupa perlengkapan sekolah , kebutuhan bayi dan wanita, sanitasi, dan bahan pangan ke Desa Tripa, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Bantuan ini merupakan bentuk kehadiran kementerian melalui perguruan tinggi dalam merespons kondisi darurat bencana, khususnya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, dengan fokus utama pada penyediaan air bersih dan logistik pokok.
Penyaluran bantuan secara resmi dilepas oleh Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Heri Kuswanto yang menegaskan bahwa Program PKM Tanggap Darurat Bencana dirancang untuk mendukung respon cepat dosen dan mahasiswa dalam membantu masyarakat di daerah terdampak bencana.
“Dengan dukungan program PkM Tanggap Darurat Bencana ini diharapkan penanganan darurat dari perguruan tinggi dapat dilakukan secara terencana, terukur, dan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Direktur Heri.
Sementara itu, Ketua Tim PKM Tanggap Darurat Bencana UTU, Herri Darsan menjelaskan bahwa kebutuhan paling mendesak di lapangan adalah air bersih. Oleh karena itu, bantuan difokuskan pada sarana pendukung penyediaan air agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa air bersih menjadi kebutuhan utama masyarakat. Oleh karena itu, bantuan yang kami salurkan difokuskan pada penyediaan tandon air, pompa, dan genset agar dapat langsung dimanfaatkan oleh warga dan nantinya akan kami bantu untuk proses pemasangan,” jelas Herri Darsan.
Penyaluran dilakukan secara bertahap, dimulai dengan asesmen lapangan, distribusi bantuan awal, hingga pemasangan sarana air bersih di desa-desa yang terdampak paling parah. Tim PKM bekerja sama dengan pemerintah daerah, relawan mahasiswa, dan dosen untuk memastikan bantuan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui program ini, Kemdiktisaintek mendorong peran aktif perguruan tinggi sebagai garda terdepan tanggap bencana sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang tidak hanya dalam bidang pendidikan dan riset, tetapi juga dalam penanganan persoalan kemanusiaan.
Kemdiktisaintek juga melaksanakan Program PkM untuk pengiriman tenaga medis dan tenaga kesehatan dari perguruan tinggi beserta kebutuhan logistik medis melalui koordinasi dengan BNPN dan Dinas Kesehatan. Diharapkan, kolaborasi antara kementerian, perguruan tinggi, dan masyarakat dapat membantu meringankan beban warga terdampak serta mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif





