Kolaborasi Inovasi Digital yang Berdampak bagi Pendidikan dan Masyarakat

Kabar

14 October 2025 | 15.15 WIB

Kolaborasi Inovasi Digital yang Berdampak bagi Pendidikan dan Masyarakat

Jakarta-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat kolaborasi global dalam mendorong penguatan ekosistem inovasi, berbasis sains dan teknologi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. 

Komitmen ini tercermin dalam kehadiran Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie pada Digital Innovation Summit 2025, yang digelar di Energy Building SCBD, Selasa (14/10).

Forum ini menjadi ruang kolaboratif bagi dunia pendidikan, riset, dan industri dalam memperkuat kemitraan strategis di bidang teknologi pendidikan (edutech), kecerdasan buatan (AI), pertanian cerdas (smart farming), dan industri game. Kegiatan ini dihadiri oleh Duta Besar Polandia untuk Indonesia, Barbara Magda Szymanowska, perwakilan Kamar Dagang Eropa (EuroCham), serta berbagai pelaku industri digital dari Indonesia dan Eropa. 

Dalam paparannya, Wamen Stella menekankan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kualitas pembelajaran. Inovasi digital menurut Wamen Stella, harus berakar pada pembelajaran sains, dan berorientasi pada kemanusiaan agar dapat menghasilkan pendidikan yang benar-benar bermakna.

Wamen Stella mencontohkan bagaimana prinsip keseimbangan dalam learning design yang dikenal sebagai Goldilocks Effect  menjadi dasar penting agar teknologi pendidikan tidak sekadar menarik perhatian, tetapi benar-benar memperkuat proses belajar. Desain pembelajaran yang sederhana, interaktif secara sosial, dan relevan dengan konteks nyata terbukti lebih efektif dibandingkan tampilan visual yang berlebihan.

“Teknologi memungkinkan kita memberikan umpan balik mendalam kepada ribuan siswa dalam waktu singkat, namun esensi pembelajaran tetap terletak pada interaksi manusia dan nilai-nilai kolaboratif,” ujar Wamen Stella.

Sinergi Indonesia–Eropa untuk Science Based Economy

Forum Digital Innovation Summit, menjadi bagian dari rangkaian kemitraan strategis antara Indonesia dan Uni Eropa (EU–Indonesia Comprehensive Economic Partnership Agreement/ CEPA), dalam membangun ekosistem inovasi yang inklusif dan berkelanjutan. Serta memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.

Kemdiktisaintek melihat momentum ini sebagai peluang untuk memperkuat hubungan antara kampus dan industri, mempercepat hilirisasi riset, serta mendorong pengembangan Science and Technology Park (STP) di universitas agar menjadi pusat inovasi berkelas dunia.

Dukungan dan Perspektif Polandia

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Polandia untuk Indonesia, H.E. Barbara Magda Szymanowska, menyampaikan apresiasi terhadap semangat kolaboratif Indonesia dalam bidang riset dan pendidikan tinggi. 

Duta Besar Polandia menegaskan bahwa Polandia siap menjadi mitra strategis dalam memperkuat transfer teknologi, peningkatan kapasitas talenta digital, dan pengembangan riset inovatif lintas negara.

Dubes juga menyoroti potensi besar kolaborasi antara universitas-universitas di kedua negara dalam bidang kecerdasan buatan, pembelajaran digital, dan teknologi pertanian berkelanjutan sebagai bentuk nyata diplomasi sains untuk pembangunan global.

Kemdiktisaintek menyambut baik inisiatif kemitraan antara Indonesia dan Polandia serta komunitas Eropa dalam memperkuat inovasi berbasis pendidikan tinggi.

Pendidikan untuk Masa Depan

Sebagai ilmuwan kognitif dan pakar learning science, Wamen Stella menegaskan bahwa masa depan pendidikan harus dibangun di atas integrasi antara teknologi, riset, dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan proses membangun manusia yang berpikir kritis, kolaboratif, dan adaptif terhadap perubahan teknologi,” ujar Wamen Stella.

Kemdiktisaintek berkomitmen untuk terus mengembangkan kebijakan pendidikan tinggi yang berorientasi pada inovasi berdampak mendorong lahirnya riset terapan, startup teknologi, serta solusi berbasis sains yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Forum internasional ini sejalan dengan arah kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, yang menempatkan sains dan teknologi sebagai instrumen perubahan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan.

Melalui kerja sama dengan mitra internasional seperti Polandia dan Uni Eropa, Kemdiktisaintek mendorong peningkatan kapasitas talenta digital, riset lintas disiplin, serta integrasi teknologi dalam sistem pendidikan tinggi. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa setiap inovasi yang dihasilkan kampus Indonesia memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa.

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak #Kemdiktisaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang