KIP Kuliah, Menapaki Jembatan Harapan dari Banjarmasin untuk Indonesia

Kabar

06 October 2025 | 21.03 WIB

KIP Kuliah, Menapaki Jembatan Harapan dari Banjarmasin untuk Indonesia

Banjarmasin — Di antara sempitnya lorong dan rumah-rumah kayu di tepian Sungai Martapura, semangat besar lahir dari sosok sederhana bernama Jalu Eko Prasetyo.

Kiwari, anak seorang buruh pelabuhan ini  resmi menjadi mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), berkat Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah). Sebuah program beasiswa  Pemerintah yang menjamin akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa.

Pada Senin (6/10), Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek, serta Rektor Universitas Lambung Mangkurat, mendatangi langsung rumah Jalu di kawasan Banjarmasin untuk menyerahkan KIP Kuliah secara simbolik.

Kunjungan ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan bantuan pendidikan yang tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi mahasiswa penerima.

Pada anjangsana tersebut, Dirjen Dikti Khairul Munadi menyampaikan, Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) merupakan salah-satu program prioritas pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“KIP Kuliah adalah wujud nyata komitmen negara untuk membuka kesempatan belajar bagi semua anak bangsa. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada potensi anak Indonesia yang terhenti hanya karena persoalan biaya,” ujar Dirjen Khairul.

Sementara itu, Rektor Universitas Lambung Mangkurat Ahmad Alim Bachri, menegaskan komitmen kampusnya dalam menyalurkan program ini secara tepat sasaran.

“Tentunya kami melakukan seleksi yang ketat terhadap calon penerima KIP Kuliah agar benar-benar sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Kami bahkan turun langsung untuk mengecek kondisi riil para mahasiswa penerima, agar bantuan ini tepat guna dan membawa dampak nyata bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Sejak kecil, Jalu sudah percaya bahwa pendidikan adalah jalan keluar dari setiap kesulitan. Ia tekun belajar setiap malam, kadang di dalam rumah, kadang di teras, beralaskan meja kayu mungil miliknya. Kini, langkahnya semakin dekat menuju cita-cita besarnya: menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di masa depan.

Program KIP Kuliah merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam pemerataan akses pendidikan tinggi yang berkualitas dan inklusif. Melalui program ini, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan bahwa tidak ada batas bagi anak bangsa untuk bermimpi dan berprestasi.

Dengan semangat Diktisaintek Berdampak, pemerintah terus berupaya menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang membuka jalan bagi masa depan generasi muda Indonesia, dari lorong-lorong kayu di Banjarmasin hingga kampus-kampus di seluruh penjuru negeri.

Karena dari pendidikan, lahirlah harapan.

Sebab namanya Jalu, maka dia memilih teruslah melangkah. 

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang