Sumedang-Bagi sebagian anak muda, bisa kuliah di kampus ternama seperti Universitas Padjadjaran (Unpad) adalah impian besar. Tapi bagi Rama, Salma, dan Pajar, tiga mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah), mimpi itu dulu terasa terlalu jauh.
Kini, melalui KIP-Kuliah yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), mereka tidak hanya duduk di bangku kuliah, tetapi juga menapaki jalan menuju masa depan yang lebih cerah.
Rama masih ingat betul rasa cemasnya ketika penerimaan mahasiswa baru di Unpad.
“Alhamdulillah bisa dapat beasiswa KIP-Kuliah. Waktu diterima di Unpad, saya takut banget gak lolos KIP-Kuliah. Karena kalau gak lolos, kayaknya gak bisa dulu deh untuk kuliah,” kenang Rama Aidil Fitri, Mahasiswa Ilmu Ekonomi 2024 dengan mata berbinar, Selasa (14/10).
Tumbuh dari keluarga sederhana, ayah yang sudah tidak bekerja sejak Rama kecil, dan ibu yang menjadi guru mengaji membuatnya menjadikan KIP-Kuliah bukan sekadar bantuan finansial, tapi juga amanah moral.
“Aku harus bisa memanfaatkan ini dengan baik dan bertanggung jawab,” katanya.
Kini, Rama aktif di Financial Market Community (FMC) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad dan sudah menorehkan prestasi: peringkat 4 Equity Research Competition. Ia juga berprestasi sejak SMA, salah satunya dengan mendapatkan Top 7 Olimpiade Sains Nasional Ekonomi DKI Jakarta.
“Tanpa KIP-Kuliah, saya enggak akan bisa berada di sini, berbicara, dan berprestasi seperti sekarang. Terima kasih Kemdiktisaintek, semoga program ini terus berlanjut,” ucapnya penuh haru.
Dari pedesaan Garut, Salma Udiati memiliki semangat besar dan harapan sederhana: bisa kuliah. Salma tumbuh dalam keluarga sederhana yang memiliki penghasilan tidak tetap. Ayahnya bekerja sebagai wiraswasta yang penghasilannya tidak menentu, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga yang sesekali berkebun untuk menambah penghasilan.
“Saya orang pertama di keluarga yang kuliah. Saya sering berpikir gak akan bisa kuliah karena keterbatasan ekonomi. Di keluarga saya belum ada satupun yang jadi sarjana,” kenangnya.
Kini ia resmi menjadi mahasiswa Prodi Agroteknologi dan aktif di berbagai kegiatan kampus: Korps Protokol Mahasiswa (KPM) serta Youth Environmental and Tree Community (YETC).
“KIP-Kuliah memberi kesempatan untuk saya berkembang. Saya bersyukur sekali program ini ada, dan saya berterima kasih kepada Kemdiktisaintek yang sudah membantu banyak mahasiswa dari keluarga sederhana seperti saya,” ujarnya.
Selain aktif di kampus, Salma telah berprestasi sejak SMA, mulai dari juara karya tulis ilmiah “Dodol Kulit Singkong” hingga juara tiga Lomba Cipta Lagu FLS2N Kabupaten Garut.
Lain lagi cerita Pajar Dwi Sanjaya, Mahasiswa Ilmu Sejarah asal Garut. Beasiswa KIP-Kuliah adalah pintu perubahan bagi keluarganya. Ayahnya bekerja sebagai buruh harian lepas, sementara ibunya membantu keluarga dengan pekerjaan serabutan. Ia pun satu-satunya dari empat bersaudara yang berhasil kuliah.
“Setelah jadi bagian dari keluarga penerima KIP-Kuliah, orang tua saya sangat senang,” katanya.
Kecintaannya pada sejarah tumbuh sejak SMP. Kini ia aktif di UKM English Speaking Union (ESU) dan Paguyuban Mahasiswa Garut (Pamasagi). Pajar bercita-cita kelak menjadi peneliti dan pendidik sejarah.
“Saya bersyukur dan berterima kasih banyak kepada Kemdiktisaintek. Karena KIP-Kuliah, saya bisa mewujudkan cita-cita kuliah di perguruan tinggi,” tuturnya.
Dari Kampus Unpad untuk Indonesia
Rama, Salma, dan Pajar adalah wajah optimisme anak muda Indonesia. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Dengan semangat, kerja keras, dan dukungan program KIP-Kuliah dari Kemdiktisaintek, mereka melangkah pasti menuju masa depan yang lebih cerah.
Dari ruang-ruang kuliah Unpad, mereka membawa pesan sederhana namun bermakna, bahwa endidikan adalah jembatan menuju perubahan. Dan setiap langkah kecil hari ini adalah bagian dari perjalanan besar untuk membangun Indonesia yang lebih baik di masa depan.
Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif






