Kick Off Mid Term Review Mission PRIME STeP 2026 Dorong Percepatan Hilirisasi Riset Perguruan Tinggi

Kabar

05 June 2026 | 12.45 WIB

Kick Off Mid Term Review Mission PRIME STeP 2026 Dorong Percepatan Hilirisasi Riset Perguruan Tinggi

Yogyakarta  Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi(Kemdiktisaintek) bersama Asian Development Bank (ADB) resmi memulai Mid Term Review Mission PRIME STeP 2026melalui kegiatan Kick-off Meeting yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada, Rabu (3/6). Kegiatan ini menjadiforum strategis untuk mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi tantangan implementasi, serta menyusunlangkah percepatan pelaksanaan program hingga masa penutupan proyek pada 2027.

Program Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks (PRIME STeP)merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia dan ADB yang bertujuan memperkuat kapasitas Science Techno Park (STP) perguruan tinggi, mempercepat hilirisasi hasil riset, dan mendorong lahirnya startup berbasis teknologi.

Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Heri Kuswanto, menyampaikan bahwa mid term review mission merupakan agenda penting untuk memastikan seluruh target program dapat dicapai secara optimal dan memberikandampak nyata bagi ekosistem inovasi nasional.

Mid term review mission ini menjadi kesempatan untukmeninjau capaian yang telah diraih, mengidentifikasi berbagaitantangan yang masih dihadapi, serta memastikan setiapkendala dapat diatasi sedini mungkin,” ujarnya.

Direktur Heri juga mendorong seluruh pelaksana program untuk berbagi praktik baik maupun permasalahan yang dihadapi agar solusi dapat dirumuskan secara bersama.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, I Ketut Adnyana, menekankan pentingnya percepatanimplementasi program pada sisa masa pelaksanaan PRIME STeP.

Secara umum, pelaksanaan PRIME STeP sudah berada pada jalur yang tepat. Namun, diperlukan upaya ekstra agar hasilriset tidak berhenti sebagai produk, tetapi benar-benar dapatdikomersialisasikan, dimanfaatkan industri, dan memberikandampak nyata bagi masyarakat,” ujar Direktur Ketut.

Project Director sekaligus ADB Mission Leader, Yumiko Yamakawa, dalam sambutannya menyampaikan bahwaPRIME STeP merupakan salah satu proyek unggulan ADB. Menurutnya, capaian Indonesia dalam pengembangan STP dan komersialisasi hasil riset menjadi perhatian negara lain yang tengah menyiapkan program serupa.

Mid term review mission ini bukan hanya untuk melihatkemajuan program, tetapi juga untuk memastikan berbagaihambatan implementasi dapat diselesaikan dan keberhasilanyang telah dicapai dapat direplikasi,” ujarnya.

Dalam kegiatan yang juga dihadiri perwakilan dariKementerian Keuangan dan Badan PerencanaanPembangunan Nasional, Project Management Unit memaparkan perkembangan pelaksanaan program, termasukcapaian indikator Design and Monitoring Framework (DMF), perkembangan pengadaan barang dan jasa, realisasi dan rencana penyerapan anggaran, pelaksanaan program hibahriset inovasi dan inkubasi startup, program peningkatankapasitas sumber daya manusia, serta berbagai isuimplementasi yang memerlukan tindak lanjut bersama.

Hingga akhir 2025, program PRIME STeP mencatat sejumlahcapaian positif. Sebanyak 118 kekayaan intelektual dari empatSTP telah dimanfaatkan oleh industri melalui perjanjianlisensi maupun penggunaan komersial. Capaian inimenunjukkan semakin kuatnya peran perguruan tinggi dalammenghasilkan inovasi yang berpotensi memberikan nilaitambah ekonomi dan manfaat bagi masyarakat.

ADB turut menekankan pentingnya menggeser fokus program dari pencapaian target kuantitatif menuju kualitas dampakyang dihasilkan. Oleh karena itu, perguruan tinggi didoronguntuk memperkuat keterhubungan dengan industri, meningkatkan komersialisasi hasil riset, memperluaspemanfaatan produk inovasi, serta memastikan keberlanjutanstartup dan ekosistem STP.

Kegiatan Mid Term Review Mission PRIME STeP 2026 akanberlangsung melalui serangkaian diskusi teknis, peninjauancapaian program, serta kunjungan ke perguruan tinggipelaksana, yaitu Universitas Gadjah Mada, Institut PertanianBogor, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Indonesia. Hasil reviu akan menjadi dasar penyusunanlangkah strategis untuk mempercepat implementasi program hingga 2027, sekaligus memperkuat kontribusi STP dalammendukung transformasi ekonomi berbasis inovasi di Indonesia.



/

5

Ulas Sekarang