Jakarta–Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Saat audiensi Menteri Brian menegaskan kuatnya hubungan Indonesia dan Rusia di berbagai sektor, termasuk pendidikan tinggi dan penelitian. Menteri Brian menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Rusia yang tahun ini membuka kesempatan bagi 300 pelajar Indonesia melalui skema beasiswa.
“Kami berterima kasih karena Pemerintah Rusia memberikan 300 beasiswa. Kami tentu akan mengirim lebih banyak mahasiswa ke Rusia. Kami berharap kunjungan ini dapat meningkatkan kolaborasi yang konkret dan saling menguatkan,” ujar Menteri Brian.
Vice Rector for International Affairs, Director Of Higher School of Cyber-Physical Control System, Corresponding Member of Russian Academy of Science-Head of Delegation St. Petersburg Polytechnic University, Dmitry Arseniev menuturkan Indonesia merupakan mitra strategis di bidang pendidikan dan penelitian. Dmitry menyebutkan kerjasama dengan perguruan tinggi Indonesia yang telah terjalin sejak 2009 kini memasuki fase baru, dengan meningkatnya mobilitas akademik, kolaborasi konferensi, dan pengembangan program double degree.
“Kami sebenarnya memiliki dasar yang kuat untuk kolaborasi. Kerjasama kami dengan perguruan tinggi Indonesia dimulai pada tahun 2009. Kami telah bekerja sama dengan beberapa institusi, termasuk Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kini, kami membuka babak baru dengan komitmen yang jauh lebih kuat, itulah mengapa kami membawa delegasi yang begitu besar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dmitry menuturkan sejumlah capaian awal yang telah berjalan sejak 2023, dan terus mendorong pembentukan pusat kolaborasi akademik yang dapat menaungi berbagai program bersama.
“Saya ingin mengatakan bahwa kita sudah mendapatkan hasil yang sangat baik dalam kerjasama dengan universitas-universitas di Indonesia. Kami telah mengadakan beberapa konferensi bersama yang berkolaborasi dari profesor universitas Rusia maupun universitas di Indonesia, yang memiliki pengawasan besar terhadap program sarjana,” jelas Dmitry.
Menteri Brian menyambut baik peluang tersebut serta menekankan bahwa Indonesia tengah memperluas kerjasama riset internasional. Pemerintah juga membuka peluang bagi kampus luar negeri untuk terlibat dalam program pengembangan talenta nasional, termasuk pengiriman siswa-siswa terbaik dari program pra-universitas ke perguruan tinggi mitra di luar negeri.
“Saya yakin banyak dari mahasiswa kami akan menghabiskan satu semester atau dua semester di Rusia. Saya pikir ini akan baik untuk akhir masa studi sarjana mereka. Saya yakin mereka dapat melanjutkan master degree di Rusia dan kami dapat menanggung beasiswa program doktoral,” tegas Menteri Brian.
Audiensi ini menandai langkah signifikan dalam memperkuat hubungan Indonesia–Rusia di bidang pendidikan, sains, dan teknologi. Kolaborasi yang semakin erat antara Kemdiktisaintek dan St. Petersburg University diharapkan mampu memperluas kesempatan belajar, riset, dan inovasi bagi generasi muda Indonesia serta mendorong lahirnya solusi teknologi yang berdaya guna bagi masa depan bangsa.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






