Kemdiktisaintek Raih Penghargaan Atas Peran Serta Penyelamatan dan Pelestarian  yang Bernilai Guna Pertanggungjawaban Nasional Bagi Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara untuk Menjaga Memori Kolektif Bangsa

Kabar

30 October 2025 | 17.04 WIB

Kemdiktisaintek Raih Penghargaan Atas Peran Serta Penyelamatan dan Pelestarian  yang Bernilai Guna Pertanggungjawaban Nasional Bagi Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara untuk Menjaga Memori Kolektif Bangsa

Jakarta-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) raih penghargaan Kategori Kontribusi Riset dan Inovasi Kearsipan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Kamis (30/10).

ANRI menerima penyerahan arsip statis dari berbagai kementerian dan lembaga negara dalam kegiatan bertajuk “Rapat Koordinasi Penyelamatan Arsip Kabinet Indonesia Maju dan Arsip Kemaritiman”. Acara ini menjadi momentum penting bagi penguatan kolaborasi lintas instansi dalam upaya menjaga memori kolektif bangsa serta memastikan arsip bersejarah tetap terpelihara dan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan nasional.

Penyerahan arsip statis ini diikuti oleh 16 kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Sosial, Kementerian Hukum, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Agama, Badan Pengawas Tenaga Nuklir, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Badan Pusat Statistik, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Arsip yang diserahkan mencakup beragam dokumen bernilai sejarah tinggi, seperti arsip penyidikan tindak pidana kelautan dan perikanan, arsip satgas pemberantasan illegal fishing, arsip keputusan KKP, arsip penanganan konflik dan produk hukum Kemenkes, arsip dokumentasi kegiatan Presiden dan Wakil Presiden RI, arsip kekayaan intelektual komunal dari Kemenkumham, arsip statuta pendirian perguruan tinggi dan produk hukum Kemdiktisaintek, hingga arsip penanganan bencana dan data iklim dari BMKG. Penyerahan ini juga merupakan pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, yang mewajibkan setiap lembaga negara menyerahkan arsip statis kepada ANRI bila arsip tersebut tidak lagi digunakan secara langsung dalam kegiatan administrasi.

Kepala Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Pengadaan Barang dan Jasa Kemdiktisaintek, Manifes Zubayr, menyampaikan bahwa praktik penyerahan arsip statis ini akan dijadikan contoh dan rujukan bagi seluruh unit kerja di lingkungan kementerian.

Pengelolaan arsip yang baik tidak hanya berdampak pada efisiensi administrasi, tetapi juga pada peningkatan transparansi dan akuntabilitas lembaga.

“Penyerahan arsip statis bisa dijadikan momentum untuk perbaikan pengelolaan kearsipan di lingkungan Kemdiktisaintek. Ke depan, praktik baik semacam ini akan dijadikan rujukan bagi semua unit kerja agar pengelolaan arsip di kementerian semakin tertata,” ujar Kabiro Zubayr.

Sementara Kepala ANRI, Mega Piradito dalam sambutannya menegaskan bahwa penyerahan arsip statis bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral untuk menjaga sejarah bangsa.

“Kami tidak menilai dari seberapa sering arsip diserahkan, tetapi dari nilai dan keberagaman informasi yang dikandungnya. Arsip-arsip ini adalah kekayaan intelektual bangsa, data primer yang faktual, dan menjadi fondasi penting bagi riset, perencanaan pembangunan, serta pengambilan kebijakan yang berbasis bukti,” ujar Kepala ANRI Mega.

Lebih lanjut, Mega menjelaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia.

“Arsip kemaritiman menjadi bukti sejarah sekaligus pijakan untuk memahami kekayaan alam dan dinamika pembangunan bangsa. Kami berharap seluruh arsip ini dapat dimanfaatkan oleh akademisi, peneliti, dan pembuat kebijakan untuk memperkaya pengetahuan dan memperkuat rekomendasi kebijakan ke depan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, ANRI juga memberikan Penghargaan Kearsipan Nasional 2025 kepada kementerian dan lembaga yang dinilai paling aktif serta konsisten dalam melakukan penyerahan arsip statis. Adapun penerima penghargaan tahun ini adalah:

  1. Kementerian Pertanian (Kementan) – kategori Lembaga dengan Penyerahan Arsip Statis Terbanyak dan Konsisten (25 kali penyerahan arsip sejak 2001).
  2. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) – kategori Pengelolaan Arsip Statis Terbaik dan Berkelanjutan (21 kali penyerahan arsip sejak 2001).
  3. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) – kategori Kontribusi Riset dan Inovasi Kearsipan.
  4. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) – kategori Pelestarian Arsip Diplomatik dan Dokumentasi Kenegaraan.
  5. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) – kategori Pemanfaatan Arsip untuk Ketahanan Iklim dan Bencana Nasional.

Sementara itu, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati memberikan testimoni mengenai pentingnya arsip sebagai sumber data historis yang berpengaruh langsung terhadap kebijakan nasional.

“Arsip membantu kami menganalisis sejarah dan tren iklim. Berdasarkan data arsip, fenomena El Niño yang kuat kerap berkorelasi dengan gejolak sosial dan ekonomi di Indonesia. Data ini menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan antisipatif yang tepat,” jelas Kepala BMKG Dwikorita.

Melalui kegiatan ini, ANRI menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem kearsipan nasional agar arsip bernilai sejarah dan kebijakan tidak hilang oleh waktu. Sinergi antara ANRI dan kementerian/lembaga diharapkan mampu memastikan bahwa setiap arsip menjadi sumber pembelajaran, penelitian, serta pengambilan keputusan strategis untuk kemajuan bangsa.

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi 

#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang