Kemdiktisaintek Perkuat Kolaborasi Internasional dengan Republik Siprus di bidang Pendidikan tinggi dan Teknologi

Kabar

01 April 2026 | 19.30 WIB

Kemdiktisaintek Perkuat Kolaborasi Internasional dengan Republik Siprus di bidang Pendidikan tinggi dan Teknologi

Jakarta-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi internasional di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Salah satu upaya dilakukan melalui pertemuan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie dengan Duta Besar Republik Siprus untuk Indonesia, Nikos Panayiotou di Kantor Kemdiktisaintek, Rabu (1/4).


Pada pertemuan ini, disepakati penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) antarpemerintah sebagai payung kerja sama, yang diharapkan dapat memudahkan kolaborasi dengan antara perguruan tinggi Indonesia dan Siprus. Wamen Stella juga menegaskan bahwa MoU tersebut dapat menjadi kerangka umum agar perguruan tinggi dapat langsung berkolaborasi tanpa harus membuat MoU baru di tingkat institusi.


“Tujuannya, agar perguruan tinggi di Indonesia tidak perlu terlalu sibuk mengejar MoU, karena hal ini memakan waktu dan mengalihkan fokus dari kolaborasi berbasis substansi. Saya ingin kita memiliki MoU sehingga perguruan tinggi dapat menggunakannya sebagai dasar kerja sama,” jelas Wamendiktisaintek.


Dubes Nikos menegaskan bahwa beberapa perguruan tinggi Siprus menawarkan berbagai beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk jenjang sarjana dan magister, serta membuka peluang pengembangan ke jenjang doktoral. Kolaborasi dalam mobilitas akademik memiliki banyak manfaat bagi kedua negara.


“Mobilitas akademisi di tingkat lanjut memiliki peran penting dalam membangun jejaring, hubungan profesional, serta membuka peluang kolaborasi riset jangka panjang, termasuk yang dapat dilakukan secara jarak jauh di masa depan,” jelas Dubes Nikos.


Lebih lanjut dijelaskan oleh Dubes Nikos bahwa dalam bidang riset, salah satu peluang utama kolaborasi riset adalah melalui program Uni Eropa, seperti Program Horizon Europe. Melalui kemitraan dengan institusi di Republik Siprus, peneliti Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk mengakses pendanaan internasional. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas fokus kolaborasi pada sejumlah sektor prioritas, yaitu maritim dan ekonomi biru serta pariwisata.


“Siprus dan Indonesia memiliki banyak kesamaan khususnya dalam bidang kemaritiman sehingga memiliki potensi yang besar. Riset tentang maritim belum terlalu banyak. Ada salah satu bidang yang menarik yaitu soal carbon capture,” jelas Wamendiktisaintek.


Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Republik Siprus di bidang pendidikan tinggi, sains dan teknologi. Sebagai tindak lanjut, Siprus berencana mengirimkan delegasi sektor teknologi dan inovasi ke Indonesia pada akhir Juni 2026 untuk memperluas jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi dan pemangku kepentingan terkait.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi 


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif


/

5

Ulas Sekarang