Pontianak – Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Pontianak (UM Pontianak) menyelenggarakan Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Nasional Tahun 2026 Batch 1 pada 7–10 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kemdiktisaintek dalam memperkuat kapasitas dosen dan peneliti, khususnya dalam penguatan penulisan dan publikasi artikel ilmiah. Workshop ini dirancang sebagai klinik penulisan intensif dimana setiap peserta membawa draft artikel atau naskah untuk dibedah, ditelaah, dan didampingi agar siap disubmit ke jurnal ilmiah.
Mewakili Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Ketua Tim Kompetensi, Yuni Syam, berharap workshop ini dapat menghasilkan keluaran yang konkret dan terukur.
“Sejak proses pendaftaran, peserta telah diminta membawa draf artikel yang siap diajukan atau artikel yang sebelumnya pernah ditolak oleh penerbit. Harapannya, setelah mengikuti workshop ini, artikel-artikel tersebut dapat disempurnakan sehingga lebih siap diterima pada jurnal ilmiah nasional terakreditasi Sinta 1 atau Sinta 2 maupun jurnal internasional bereputasi,” jelasnya.
Menurutnya, strategi ini diperlukan untuk memastikan workshop memberikan dampak nyata dan berkelanjutan. Melalui pendampingan intensif, setiap draft dibahas dan diperbaiki bersama fasilitator hingga menjadi naskah yang lebih kuat dan siap diajukan untuk publikasi.
Dalam sambutan pembukaan, Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Heriansyah, mengingatkan pentingnya kemampuan mengevaluasi diri secara kritis di tengah keterbukaan informasi saat ini.
“Kita hidup di era informasi yang terbuka sehingga semua bisa dikritisi. Pengalaman saja bukan jaminan. Bagaimana kita memahami dan mengaplikasikan pengalaman itulah yang menentukan output,” ujarnya.
Dari Pendampingan Intensif hingga Peluang Kolaborasi
Sebanyak 91 peserta dibagi ke dalam enam kelompok berdasarkan rumpun keilmuan dan didampingi secara intensif oleh tim narasumber dan fasilitator dari dosen muda berpengalaman nasional maupun internasional. Pendampingan tidak hanya menyasar aspek teknis penulisan, tetapi juga ketajaman substansi, kelayakan etika penelitian atau ethical clearance, hingga strategi memilih jurnal tujuan yang sesuai dengan bidang kajian masing-masing peserta.
Melalui proses pendampingan tersebut, tim fasilitator mendorong peserta untuk lebih percaya diri dalam mempublikasikan hasil penelitian yang telah dilakukan. Peserta juga diingatkan bahwa penulisan karya ilmiah bukan semata-mata berkaitan dengan pemenuhan kewajiban akademik atau kenaikan jabatan fungsional, tetapi juga menjadi medium/media diseminasi pengetahuan kepada masyarakat luas.
Selain memperoleh pendampingan teknis, peserta juga merasakan manfaat dari desain pengelompokan lintas institusi yang membuka peluang kolaborasi antar-dosen dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi. Hal ini disampaikan oleh salah seorang peserta workshop, Elika, dosen Universitas Pancabakti.
“Sebuah manfaat yang sangat besar bagi saya berada di sini adalah pertemuan ini membuka jalan untuk kami berkolaborasi. Saya mendengar dari beberapa teman, ‘yuk kita bikin bareng ini, ini kita bisa join’, dan ini menjadi pengalaman yang luar biasa,” ucapnya.
Ia menambahkan, kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dosen dan peneliti dalam menulis artikel ilmiah, sekaligus memperluas jejaring dan peluang kolaborasi antarpeserta dari berbagai perguruan tinggi.
Melalui workshop ini, Kemdiktisaintek mendorong penguatan budaya publikasi ilmiah yang tidak hanya berorientasi pada jumlah artikel, tetapi juga pada peningkatan mutu, etika, relevansi, dan kebermanfaatan riset. Dengan pendampingan yang lebih intensif dan berbasis naskah nyata, perguruan tinggi diharapkan semakin mampu menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas serta berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian persoalan masyarakat.
Humas
Ditjen Risbang Kemdiktisaintek







