Kemdiktisaintek-Kementerian PU dan  Kemdiktisaintek-IT Del Jalin Kerja Sama untuk Ketahanan Pangan Nasional

Kabar

21 September 2025 | 11.00 WIB

Kemdiktisaintek-Kementerian PU dan  Kemdiktisaintek-IT Del Jalin Kerja Sama untuk Ketahanan Pangan Nasional
Sumatera Utara—Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Togar Mangihut Simatupang mewakili Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) melakukan kunjungan kerja ke Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) yang berlokasi di Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Jumat (19/09). Kunjungan ini adalah bentuk dukungan Kemdiktisaintek dalam mendorong TSTH2 menjadi kawasan sains dan teknologi unggul untuk kemajuan riset dan inovasi yang berdampak. Pada agenda ini, Sesjen Togar bersama Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Kemdiktisaintek, Agus Sunarya Sulaeman menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) dengan Sesjen Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Wida Nurfaida. Penandatanganan ini disaksikan oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut B. Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, Direktur TSTH2, Sri Fatmawati, Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Bobby Nasution, dan Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Nababan. Objek serah terima alih status penggunaan BMN yaitu TSTH2 melalui masa pelaksanaan 2 tahap. TSTH2 dibangun oleh Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera Utara dan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PU sejak tahun 2021 sampai dengan tahun 2024. Luas tanahnya 150.000 m2, sementara luas bangunan 25.000 m2 dengan nilai kurang lebih Rp181 milyar. BAST Alih Status ini dilakukan untuk kepastian dalam penatausahaan dan pengelolaan BMN berupa aset tetap pada Pembangunan TSTH2 Tahap 2, antara lain objek bangunan gedung, sarana prasarana, hak dan kewajiban, serta penyelesaian perselisihan. Selain itu juga dilakukan serah terima operasioanal sementara antara Kemdiktisaintek dengan Institut Teknologi (IT) Del yang ditandatangani antara Kepala Biro (Kabiro) Keuangan dan BMN Kemdiktisaintek, Agus Sunarya Sulaeman dengan Rektor IT Del Arnaldo Marulitua Sinaga. “Pembangunan TSTH2 menunjukkan semangat luar biasa dalam mengembangkan dinamika pengembangan keilmuan dan inovasi. Melalui TSTH2, diharapkan riset dan pengembangan hortikultura dan herbal menciptakan varitas baru. Sebanyak 400 jenis hortikultura dan herbal dari nusantara yang diteliti dan dikembangkan, didapatkan dengan industri. Selain menciptakan inovasi, TSTH2 juga mampu menyerap tenaga kerja sehingga otomatis membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia,”  ujar Kabiro Keuangan dan BMN, Agus. Kabiro Keuangan dan BMN Kemdiktisaintek juga menyatakan bahwa TSTH2 Sumatera Utara telah jadi pelopor, untuk memberikan stimulus terciptanya pusat riset sejenis yang berdampak. Langkah ini memberikan mandat kepada IT Del untuk segera mengoptimalkan pemanfaatan aset dan infrastruktur TSTH2 dalam bentuk kegiatan penelitian, pengembangan, dan inovasi yang berfokus pada tanaman herbal, hortikultura, dan teknologi pertanian terpadu. Kemdiktisaintek berkomitmen untuk mengawal pengembangan TSTH2 sebagai pusat unggulan riset yang tidak hanya bertaraf internasional, tetapi juga strategis dalam mendukung ketahanan pangan, kesehatan berbasis herbal, dan ekonomi hijau. Lebih dari sekadar pusat penelitian, TSTH2 juga diarahkan sebagai sentra hilirisasi hasil riset, di mana produk-produk inovatif yang dihasilkan dari kegiatan penelitian dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi:
  • Produk siap komersial (fitofarmaka, pupuk hayati, benih unggul, dsb.)
  • Usaha rintisan (startup) berbasis hasil litbang
  • Model bisnis inovatif yang melibatkan masyarakat lokal
Melalui TSTH2, semangat Diktisaintek Berdampak   didukung dengan sinergis dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga riset, industri, dan masyarakat, diharapkan memberi dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat kawasan Danau Toba dengan menjadi jembatan antara laboratorium dan pasar, mendekatkan hasil riset dengan kebutuhan industri dan masyarakat, sehingga mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan. Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi #DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang