Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menjajaki potensi kolaborasi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, yang sesuai kebutuhan dan potensi desa. Hal ini mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, di kantor Kemdiktisaintek, Selasa (15/9).
Dalam pertemuan ini, kedua pihak mengeksplorasi skema pendampingan perguruan tinggi berdasarkan fakultas atau program studi yang relevan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing desa. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempertemukan sumber daya dan keahlian perguruan tinggi, dengan potensi yang dimiliki desa secara lebih tepat sasaran.
“Kita lakukan matching antara kampus dan desa, fakultas mana yang relevan untuk membantu desa. Ini kita sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa,” ujar Menteri Brian.
Mendiktisaintek menjajaki peluang pendampingan yang dilakukan secara tematik sesuai potensi desa, seperti pertanian, peternakan, perikanan, ekonomi kreatif, hingga budaya. Pendekatan tersebut memungkinkan keterlibatan fakultas atau program studi yang memiliki keahlian sesuai bidang yang dikembangkan di masing-masing desa.
Gagasan tersebut disambut baik oleh Mendes PDT yang melihat adanya peluang untuk mempertemukan sumber daya perguruan tinggi dengan berbagai program pengembangan desa yang telah berjalan. Salah satunya melalui pengembangan desa tematik yang dapat menjadi ruang kolaborasi bagi perguruan tinggi, baik dalam pendampingan maupun pengembangan pengetahuan dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Program desa tematik yang sudah berjalan sangat bermanfaat. Seperti desa ekspor, pendapatan masyarakat meningkat pesat,” jelas Menteri Yandri.
Selain mendukung pengembangan potensi desa, kolaborasi ini juga membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi melalui pengalaman pembelajaran dan penelitian berbasis persoalan serta potensi di lapangan. Mahasiswa dan dosen dapat terlibat sesuai kompetensi masing-masing, sementara desa dapat menjadi mitra dalam mengembangkan program yang relevan dengan kebutuhan setempat.
Ke depan, Kemdiktisaintek dan Kemendes PDT akan mengeksplorasi lebih lanjut bentuk kolaborasi yang dapat mempertemukan program pengembangan desa dengan kapasitas perguruan tinggi. Sinergi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan yang berbasis pada potensi dan kebutuhan masyarakat di daerah.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak





