Jakarta—Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menghadiri upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Monumen Nasional, Minggu (5/10).
Momentum ini menegaskan semangat disiplin, dedikasi, dan pengabdian yang menjadi dasar TNI juga sejalan dengan nilai-nilai yang diusung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam membangun sumber daya manusia unggul dan berkarakter. Kolaborasi antarsektor menjadi kunci dalam memperkuat daya saing bangsa di tengah dinamika global yang terus berubah.
Dalam amanatnya, Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto menekankan pentingnya kesiapan TNI untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“TNI harus terus belajar, mengkaji perkembangan sains dan teknologi, serta memahami perubahan dunia yang begitu cepat agar tetap selaras dengan kepentingan rakyat Indonesia,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa TNI lahir dari rakyat, hadir bersama rakyat, dan mengabdi sepenuhnya untuk kepentingan bangsa Indonesia. Presiden mengingatkan seluruh jajaran agar menjaga profesionalisme, integritas, serta menjadi teladan dalam setiap tingkatan kepemimpinan.
Senada dengan hal tersebut, Mendiktisaintek dalam berbagai kesempatan kerap menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang mampu memperkuat Indonesia dari berbagai bidang kehidupan, termasuk ketahanan dan kemandirian bangsa.
Kemdiktisaintek mendukung penguatan pertahanan nasional melalui riset dan inovasi yang dikembangkan oleh perguruan tinggi di bidang pertahanan. Saat ini tercatat sebanyak 75 produk penelitian pertahanan yang dihasilkan oleh 44 perguruan tinggi di Indonesia dan terdaftar 21 produk pertahanan yang diterima dari Kementerian Pertahanan akan menjadi fokus riset dan pengembangan di perguruan tinggi. Selain itu, terdapat dua penerima pendanaan Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) dan dan 9 penerima pendanaan Program Hilirisasi Riset Prioritas skema Ajakan Industri pada bidang pertahanan.
Sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek berkomitmen memperkuat ekosistem inovasi nasional melalui riset dan pengembangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri. Upaya ini diharapkan mendukung ketahanan bangsa dalam berbagai aspek, termasuk teknologi, ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan.
Kemdiktisaintek percaya bahwa semangat belajar tanpa henti, disiplin, dan pengabdian yang diwariskan TNI dapat menjadi inspirasi bagi seluruh insan sains, pendidik, dan peneliti Indonesia dalam memperjuangkan kemajuan bangsa melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.
Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif





