Kemdiktisaintek Dorong Scaling Up Riset Energi Terbarukan dalam Peluncuran NICEGAS di ITENAS

Kabar

17 December 2025 | 09.30 WIB

Kemdiktisaintek Dorong Scaling Up Riset Energi Terbarukan dalam Peluncuran NICEGAS di ITENAS

Bandung — Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung meluncurkan inovasi Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) bertajuk NICEGAS serta fasilitas Waste to Energy Miniplant dalam rangka Dies Natalis ke-53 ITENAS, Minggu (14/12). Peluncuran ini menjadi bagian dari komitmen ITENAS dalam mendorong hilirisasi riset energi baru terbarukan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Acara yang mengusung tema “Collaboration, Innovation, Impact” tersebut diselenggarakan di Kampus ITENAS, Bandung, dan dihadiri oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), M. Fauzan Adziman, sebagai perwakilan kementerian. 

NICEGAS merupakan luaran hasil penelitian ITENAS yang didanai melalui Program Pendanaan Riset Pembangunan Berkelanjutan (PRPB) skema Inklusivitas oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bersama Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM). ITENAS menjadi salah satu dari 18 Perguruan Tinggi Swasta terpilih secara nasional, dengan proposal bidang Energi Baru Terbarukan yang masuk dalam lima besar pendanaan.

Rektor ITENAS, Prof. Meilinda Nurbanasari, menyampaikan bahwa Dies Natalis ke-53 menjadi momentum penting bagi kampus untuk meluncurkan produk hilirisasi riset yang siap dimanfaatkan masyarakat.

“Hilirisasi riset merupakan bagian penting dari visi ITENAS sebagai kampus berdampak. Melalui NICEGAS, kami mendorong hasil penelitian agar tidak berhenti di laboratorium, tetapi hadir sebagai solusi nyata,” ujar Rektor Meilinda.

Secara teknis, NICEGAS merupakan Bio-CNG hasil pemurnian biogas yang telah bebas bau dan siap dikemas dalam tabung kecil hingga besar untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri. Pengembangannya melibatkan kolaborasi lintas program studi, yaitu Teknik Mesin, Teknik Kimia, dan Informatika.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Fauzan menekankan pentingnya penguatan ekosistem riset yang berorientasi pada penyelesaian masalah dan scaling up inovasi.

“Riset harus berangkat dari persoalan bernilai tinggi di masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, proses hilirisasi dan pemanfaatan hasil riset akan berjalan lebih efektif,” ujar Dirjen Fauzan.

Ia menambahkan bahwa tantangan riset ke depan bukan hanya menghasilkan inovasi, tetapi memastikan hasil riset dapat diperluas dampaknya dan direplikasi. Dirjen Fauzan juga mengapresiasi langkah ITENAS dalam menyiapkan perusahaan spin-off PT Rekayasa Industri Itenas (REKINAS) sebagai bagian dari strategi penguatan hilirisasi.

Dukungan terhadap inovasi ini juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyoroti masih rendahnya pengelolaan limbah kotoran hewan di sejumlah wilayah seperti Pangalengan dan Lembang.

“Inovasi Bio-CNG seperti NICEGAS sangat dibutuhkan masyarakat dan sejalan dengan visi Jawa Barat Maju serta Indonesia Emas 2045,” tegas Sekda Herman. 

Pemprov Jawa Barat menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan pilot project Bio-CNG di Lembang dan Pangalengan melalui dukungan anggaran dan percepatan implementasi.

Sebagai tindak lanjut hilirisasi, ITENAS melakukan serah terima pengelolaan produk NICEGAS kepada PT REKINAS, yang diterima langsung oleh Direktur REKINAS, Iwan Juwana, sebagai langkah transisi dari riset akademik menuju komersialisasi industri.

ITENAS juga menjalin kolaborasi dengan Bandung Equestrian Sport dan PT Geo Petro Hinalang dalam operasional fasilitas Waste to Energy Miniplant untuk memastikan keberlanjutan pemanfaatan limbah menjadi energi bersih.

Rangkaian acara ditutup dengan peninjauan fasilitas serta Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Impactful Research & Innovation: Bio-CNG System Turning Biogas Into Clean Energy” yang melibatkan pimpinan sejumlah perguruan tinggi di Jawa Barat.

Melalui kegiatan ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus mendorong ekosistem riset yang inklusif, kolaboratif, dan berdampak, dengan memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi inovatif bagi tantangan pembangunan nasional.

/

5

Ulas Sekarang