Yogyakarta–Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Togar Mangihut Simatupang, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dalam menghadirkan karya seni sebagai bagian dari ruang publik kementerian, Kamis (19/12).
Menurut Sesjen Kemdiktisaintek kehadiran karya seni di lingkungan birokrasi tidak hanya memperkaya estetika ruang, tetapi juga menjadi simbol hadirnya talenta dan kreativitas insan seni Nusantara dalam mendukung ekosistem pendidikan tinggi yang berdampak.
“Kemdiktisaintek sangat mengapresiasi inisiatif luar biasa dari ISI Yogyakarta. Karya-karyanya memiliki karakter yang kuat, ekspresif, dan merepresentasikan kekayaan seni Nusantara. Ini menjadi wujud nyata bahwa seni memiliki ruang strategis dalam ekosistem pendidikan tinggi dan kebijakan publik,” ujar Sesjen Togar di Kampus ISI Yogyakarta.
Sesjen Togar menjelaskan bahwa karya seni yang dihibahkan, nantinya akan ditempatkan secara permanen di sejumlah ruang strategis di Gedung Kemdiktisaintek, sementara sebagian karya lainnya akan dipamerkan secara bergilir.
Skema ini diharapkan dapat memberi ruang apresiasi yang berkelanjutan terhadap karya sivitas akademika ISI Yogyakarta.
ISI Yogyakarta sebagai Melting Pot Talenta Seni Nusantara
Dalam audiensi tersebut, Rektor ISI Yogyakarta, Irwandi menjelaskan bahwa ISI Yogyakarta sejak awal berdiri telah menjadi titik temu talenta seni dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua.
Keberagaman latar belakang mahasiswa dan dosen melahirkan hibriditas gaya dan pendekatan artistik yang khas, khususnya dalam seni rupa kontemporer dan industri kreatif.
“ISI Yogyakarta adalah melting pot talenta seni Nusantara. Tradisi dan modernitas berpadu, menghasilkan fusi gaya yang beragam, baik dalam karya dua dimensi maupun tiga dimensi. Inilah identitas kami,” jelas Rektor Irwandi.
Ia menambahkan bahwa karya seni yang akan dihibahkan mencerminkan perpaduan nilai tradisi dan modernitas (tradition and modernity) yang menjadi kekuatan utama ISI Yogyakarta. Karya-karya tersebut diharapkan mampu menghadirkan suasana ruang kerja yang inspiratif sekaligus merepresentasikan kekayaan budaya bangsa.
Rencana Hibah dan Pameran Karya Seni
Rencana pengiriman karya seni dijadwalkan pada Januari 2026. Beberapa karya akan menjadi koleksi permanen Kemdiktisaintek, sementara pameran karya seni akan diselenggarakan secara bergilir dan tematik.
Pameran ini juga membuka peluang integrasi lintas disiplin seni, termasuk seni rupa dan seni musik, sebagai bagian dari ekosistem kreatif pendidikan tinggi.
Audiensi ini sekaligus menegaskan komitmen Kemdiktisaintek dalam mendorong kampus seni sebagai aktor penting dalam pembangunan ekosistem pendidikan tinggi yang transformatif dan berdampak. Seni dipandang tidak hanya sebagai ekspresi budaya, tetapi juga sebagai medium dialog, refleksi, dan inovasi yang memperkuat identitas nasional.
Melalui kolaborasi ini, Kemdiktisaintek berharap karya seni dari perguruan tinggi tidak hanya hadir di ruang akademik, tetapi juga menjadi bagian dari ruang publik, sejalan dengan semangat ‘Diktisaintek Berdampak’ dalam menghadirkan kebijakan pendidikan tinggi yang inklusif, inspiratif, dan berakar pada kekayaan budaya Indonesia.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






