Jakarta – Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, M. Fauzan Adziman memberikan keynote speech dalam kegiatan “Personalised Medical Implant Workshop” yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia dan The University of Melbourne di Gedung InterDiciplinary Engineering Universitas Indonesia di Depok pada Selasa (30/09).
Workshop ini menghadirkan para pakar dari dalam dan luar negeri untuk membahas peluang dan tantangan pengembangan teknologi implan medis yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan masing-masing pasien. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat jejaring manufaktur nasional berbasis riset dan inovasi, guna meningkatkan kemandirian Indonesia di bidang teknologi kesehatan.
Turut hadir sejumlah pakar, antara lain Prof. Yudan Whulanza dan Prof. Sugeng Supriadi (Universitas Indonesia), Dr. Ir. Sandro Mihradi (Institut Teknologi Bandung), serta Prof. Peter Lee dan Prof. David Ackland (The University of Melbourne), bersama praktisi kedokteran dari UI, RS Hasan Sadikin, RSUI, dan mitra industri.
Dalam paparannya, Dirjen Fauzan menjelaskan bahwa keterkaitan antar bidang pada sains dan teknologi membuka banyak peluang lahirnya berbagai inovasi.
“Produk riset kesehatan pada dasarnya dapat dikembangkan dari berbagai disiplin ilmu. Bahkan, riset material di bidang kedirgantaraan atau otomotif dapat diadaptasi untuk menghasilkan inovasi yang relevan bagi kebutuhan medis,” tutur Dirjen Fauzan.
Dalam diskusi panel bertema Establishing a National Advanced Manufacturing Network for Personalized Implant Technology, Dirjen Fauzan menyampaikan bahwa Kemdiktisaintek siap mendukung pengembangan industri teknologi kesehatan nasional.
“Kemdiktisaintek telah menyiapkan program strategis dan skema pendanaan riset untuk memperkuat ekosistem sains dan teknologi, khususnya di bidang kesehatan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dirjen Fauzan menekankan bahwa penguatan bina talenta (SDM) adalah faktor penting dalam pembangunan industri kesehatan nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan
Dalam keynote speech-nya, Dr. Jeffri Ardiiyanto, Direktur Ketahanan Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, menekankan strategi transformasi yang krusial di bidang kesehatan.
“Salah satu strategi penting dalam transformasi sistem ketahanan kesehatan adalah meningkatkan ketahanan sektor farmasi dan alat kesehatan, seperti vaksin, obat-obatan, dan alat kesehatan, baik dari segi jumlah maupun nilai,” ujar Dr. Jeffri.
Sementara itu, Prof. Hamdi Muluk, Wakil Rektor Riset dan Inovasi Universitas Indonesia menyoroti perubahan paradigma masyarakat modern:
“Kebutuhan masyarakat masa kini menuntut segala sesuatu yang bersifat personalisasi. Workshop yang kami selenggarakan bersama UI, ITB, dan The University of Melbourne ini diharapkan dapat menginspirasi para dokter muda dan akademisi untuk membawa inovasi personalised medicine dari laboratorium menuju industri dan klinik,” ujarnya.
Dari sisi mitra internasional, Prof. Shanika Karunasekera dari The University of Melbourne menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi riset ini:
Inilah bentuk kemitraan yang kami cita-citakan, kolaborasi yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Shanika.
Dengan menghadirkan lintas keahlian dari bidang teknik, kedokteran, dan industri, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat roadmap nasional dalam pengembangan teknologi implan medis yang inovatif, aman, dan terjangkau.
Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif






