Manado-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat komitmen pemerataan akses pendidikan tinggi melalui penyaluran Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah). Kemdiktisaintek bersama Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) memastikan program ini tersalurkan secara tepat sasaran kepada mahasiswa dari keluarga kurang mampu namun berprestasi, Minggu (5/10).
Inspektur Jenderal Kemdiktisaintek, Chatarina Muliana menegaskan bahwa Kemdiktisaintek melakukan pengawasan ketat terhadap proses penyaluran KIP Kuliah di seluruh Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara. Kemdiktisaintek juga memastikan bahwa setiap penerima KIP Kuliah telah melalui proses verifikasi yang transparan dan akuntabel.
“Tujuannya satu yaitu agar KIP Kuliah ini benar-benar diterima oleh mereka yang memenuhi persyaratan sehingga tepat sasaran,” ujar Chatarina saat mendampingi para Anggota Komisi X DPR RI dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI ke Provinsi Sulawesi Utara Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025-2026.
Chatarina menambahkan bahwa Kemdiktisaintek terus berkoordinasi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), perguruan tinggi, dan pemerintah daerah untuk memastikan penerapan prinsip tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.
“Kami juga mengajak kampus untuk aktif melakukan pemantauan dan pelaporan berkala, agar program ini berjalan dengan prinsip tata kelola yang baik,” tambahnya.
Pada tahun 2025, tercatat 13.119 mahasiswa di Sulawesi Utara menerima manfaat KIP Kuliah, tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta. Program ini tidak hanya membantu biaya pendidikan, tetapi juga memberikan biaya hidup bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati menyampaikan bahwa DPR secara aktif melakukan pengawasan lapangan untuk memastikan pelaksanaan program KIP Kuliah berjalan sesuai ketentuan.
“Kami dari Komisi X DPR RI datang langsung ke rumah penerima KIP Kuliah dengan tujuan untuk memastikan program KIP Kuliah tepat sasaran atau tidak, sesuai prosedur atau tidak, dan juga memberikan semangat secara langsung bagi para penerima,” ungkap My Esti.
Lebih lanjut, My Esti juga mengingatkan para orang tua dari anak-anak penerima KIP Kuliah agar terus mendukung dan menjaga nilai perkuliahan anak-anaknya supaya bisa merasakan terus manfaatnya.
“Selain itu, kami juga ingin memastikan tidak ada potongan-potongan (dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,-),” tegasnya.
Salah satu penerima manfaat KIP Kuliah asal Manado, Cinta Given Joy Watulingas mengatakan baginya program KIP Kuliah bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi pintu menuju masa depan yang lebih baik. Meski menghadapi banyak tantangan dalam menempuh pendidikan tinggi, Cinta tak pernah kehilangan semangat belajar dan terus berupaya membuktikan kepada orang-orang di sekitar, terutama ayahnya, bahwa keadaan ekonomi keluarganya tidak menyurutkan semangat untuk tetap bisa meraih cita-citanya.
“Saya sangat bersyukur kepada Tuhan, karena KIP Kuliah ini bukan hanya beasiswa, tetapi jalan bagi saya untuk mewujudkan cita-cita. Saya ingin menjadi akuntan di Kementerian Keuangan atau bekerja di sektor perbankan, agar bisa ikut menjaga keuangan negara secara transparan dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Melalui penguatan mekanisme seleksi, pengawasan, dan sinergi lintas lembaga, Kemdiktisaintek berharap KIP Kuliah dapat terus menjadi instrumen penting dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara.
Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif






