Banjarmasin-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan Kunjungan Panitia Kerja (Panja) Perguruan Tinggi Kementerian/Lembaga (PTKL) ke Provinsi Kalimantan Selatan dalam Masa Persidangan I tahun 2025–2026, di LLDikti Wilayah XI, Kamis (11/9).
Kegiatan ini antara lain bertujuan untuk memperoleh gambaran komprehensif dan komparatif mengenai capaian akreditasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), dan PTKL baik pada tingkat institusi maupun program studi, berdasarkan standar yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) dan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM), mengindentifikasi faktor-faktor penghambat peningkatan mutu PTN dan PTS khususnya PTKL dalam pencapaian predikat akreditasi tertinggi, menelaah kualitas dan kapasitas dosen PTKL yang mencakup kualifikasi akademik, jabatan fungsional, serta produktivitas riset dan publikasi, mengkaji relevansi peran PTKL dalam mendukung kebutuhan strategis K/L induk, terutama dalam pengembangan kompetensi profesional Aparatur Sipil Negara (ASN), merumuskan rekomendasi kebijakan yang dapat memperkuat tata kelola, sistem penjaminan mutu, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan PTKL.
Dalam kunjungan tersebut, Staf Ahli Menteri (SAM) Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Hasan Chabibie menyambut baik Tim Panja PTKL yang membahas terkait KIP dan peningkatan akreditasi yang ada di PTS.
SAM Hasan mengatakan bahwa akreditasi perguruan tinggi sendiri diatur dalam Permendiktisaintek nomor 39 tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi dapat mempermudah akreditasi perguruan tinggi.
“Kami berharap Panja Perguruan Tinggi PTKL akan masuk di Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun ini dan akan menjadi gagasan untuk meningkatkan kualitas PTKL. Sinergi yang lebih baik, tata kelola yang lebih rapi dan tentu saja adalah kualitas yang juga lebih terstandarkan PTKL yang ada tata kelolanya selama ini dikelola secara rapi," ujar SAM Hasan.
Sementara itu, Pimpinan Kunker Panja PTKL Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menyampaikan bahwa Tim Panja PTKL yang membahas akreditasi bagi pendidikan tinggi ini sangat penting dan menjadi pengakuan dalam penjaminan mutu.
Hetifah mengatakan proses akreditasi harus jelas, termasuk bagaimana skema pembiayaannya. Jika proses akreditasi sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah, seperti pada masa sebelumnya yakni oleh BAN PT, tentu saja perguruan tinggi bisa fokus pada hal lain dan tidak harus mengeluarkan biaya.
"Kita akan buat Panja akreditasi, untuk melakukan pendalaman terhadap situasi yang sedang dihadapi, kemampuan pembiayaan baik dari pemerintah maupun perguruan tinggi yang ada baik negeri maupun swasta," ujar Hetifah.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XI, Muhammad Akbar menyambut baik tim panja dan berdiskusi langsung dengan pimpinan perguruan tinggi PTKL Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Adanya tim panja ini membuka wawasan perguruan tinggi terkait berbagai hal, termasuk sistem akreditasi perguruan tinggi dan program studi.
“Saya berharap masukan dari seluruh perguruan tinggi bisa diakomodir oleh Panja dan akan melahirkan kebijakan di Kemdiktisaintek yang lebih proporsional dan adil, serta memotivasi perguruan tinggi untuk semakin baik,” ujar Kepala LLDikti Wilayah XI, Muhammad Akbar.
PTS yang berada di bawah naungan LLDikti XI berjumlah 158 PTS yang sebagian besar sudah terakreditasi baik (institusi maupun program studi), sementara PTKL terdapat sebanyak delapan PT di wilayah Kalimantan.
"Mudah-mudahan bisa menambah jumlah angka partisipasi masyarakat untuk ikut perkuliahan,” imbuh Akbar.
Turut hadir pada agenda kunker tersebut Kepala Biro Umum, Humas, dan PBJ Kemdiktisaintek, Manifes Zubayr, Ketua APTISI Wilayah XI Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Muhamad Yusuf, para pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (Universitas Palangka Raya, UIN Antasari Banjarmasin, UIN Palangka Raya, Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, Universitas Lambung Mangkurat, Politeknik Negeri Banjarmasin, Politeknik Negeri Tanah Laut, Universitas Palangka Raya), serta para pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBersampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif






