Makassar-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktiksaintek) menegaskan komitmen dalam memperkuat kolaborasi sains dan riset berkelas dunia melalui penyelenggaraan Nobel Lecture dalam rangka Konferensi Indonesia dan Teknologi Maju yang digelar di Universitas Hasanuddin, Kamis (29/1).
Kegiatan ini menghadirkan Peraih Hadiah Nobel Kimia 2022, Prof. Morten P. Meldal, Turut hadir juga Rektor Universitas Hasanuddin Jamaluddin Jompa bersama pimpinan perguruan tinggi, akademisi, peneliti, mahasiswa, serta mitra dari dalam dan luar negeri.
Mendiktiksaintek Brian Yuliarto menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pemangku kepentingan yang hadir. Mendiktisaintek menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar yang ditopang oleh keanekaragaman hayati, sumber daya yang kuat, serta populasi muda yang memiliki kapasitas belajar dan berinovasi.
“Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, diperlukan penguatan keterkaitan antara pengetahuan dan dampak nyata, serta kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan pendidikan tinggi,” ujar Menteri Brian.
Konferensi Indonesia dan Teknologi Maju dipandang sebagai forum strategis yang melampaui kegiatan seremonial, dan menjadi ruang transformasi, pertukaran gagasan, serta kolaborasi riset lintas disiplin, khususnya pada bidang prioritas seperti kesehatan, lingkungan, energi, dan material maju. Mahasiswa, dosen, dan peneliti didorong untuk aktif membangun jejaring, mengembangkan ide inovatif, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana diseminasi pengetahuan.
Sebagai tuan rumah, Rektor Universitas Hasanuddin Jamaluddin Jompa menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Brian Yuliarto serta para tamu undangan. Kegiatan ini dinilai sebagai momentum penting dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi, sekaligus memberikan inspirasi bagi generasi muda.
Nobel Lecture yang disampaikan oleh Prof. Morten P. Meldal mengangkat tema “Chemistry for a Sustainable World”. Dalam paparannya, Prof. Meldal menekankan bahwa kimia merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, mulai dari kesehatan, pangan, energi, hingga pengelolaan lingkungan, serta memiliki tanggung jawab moral untuk digunakan secara berkelanjutan dan etis.
Menanggapi hal tersebut, Mendiktisaintek menyampaikan bahwa penelitian merupakan proses penemuan yang menuntut ketekunan, kegigihan, dan kolaborasi. Menteri menyoroti pentingnya pengembangan riset, termasuk click chemistry, yang memiliki aplikasi luas di bidang farmasi, bioteknologi, dan kesehatan.
Dalam upaya meningkatkan kualitas dan pengakuan internasional terhadap penelitian nasional, Kemdiktiksaintek terus mendorong penguatan kolaborasi riset internasional melalui berbagai skema pendanaan, serta menyiapkan program Road to Nobel Prize untuk menumbuhkan aspirasi dan budaya riset unggul di kalangan peneliti muda Indonesia.
Mendiktisaintek menegaskan komitmen Kemdiktisaintek untuk terus mendukung pengembangan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi sebagai pilar utama pembangunan bangsa.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






