Kembangkan Kawasan Pesisir Pantura Jawa, UNDIP dan BRIDA Jawa Tengah Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi

Kampus Kita

12 September 2026 | 21.45 WIB

Kembangkan Kawasan Pesisir Pantura Jawa, UNDIP dan BRIDA Jawa Tengah Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi

UNDIP, Semarang (12/9) — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah bersinergi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Diponegoro (UNDIP) menyelenggarakan workshop bertema “Pengembangan Kawasan Pesisir Pantai Utara Jawa Tengah Berbasis Riset dan Inovasi dalam Mendukung Target Sustainable Development Goals (SDGs) yang Berdampak pada Pemberdayaan Masyarakat.” Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026, bertempat di Ruang Sidang Senat Lantai 3, Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Jalan Prof. Sudarto, S.H., Tembalang, Semarang.

Ketua LPPM UNDIP, Prof. Dr.-Ing. Suherman, S.T., M.T., dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi antara peneliti Universitas Diponegoro dan BRIDA Provinsi Jawa Tengah. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dinilai penting untuk memperkuat keterkaitan antara hasil penelitian dan kebutuhan pembangunan di daerah. Melalui sinergi tersebut, kapasitas riset dan inovasi yang dimiliki perguruan tinggi dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk mendukung penyelesaian berbagai persoalan pembangunan, khususnya di kawasan pesisir Pantai Utara Jawa Tengah.

Sambutan sekaligus pembukaan acara disampaikan oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Tengah, Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.Si., menyampaikan bahwa kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan perguruan tinggi sangat penting untuk mempercepat pembangunan di Provinsi Jawa Tengah. Rangkaian workshop mempertemukan unsur pemerintah, lembaga riset, akademisi, serta pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk membahas pengembangan kawasan pesisir berbasis riset dan inovasi.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah materi strategis disampaikan oleh akademisi dan pemangku kepentingan yang memiliki kompetensi di bidang lingkungan, inovasi sosial, teknologi, dan keberlanjutan. Dr. Irma Damayanti, S.Hut., M.M., menyampaikan materi mengenai “Arah dan Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Jawa Tengah.” Materi ini memberikan perspektif mengenai arah pengelolaan lingkungan hidup sebagai bagian penting dari pembangunan kawasan pesisir Jawa Tengah. Selanjutnya, Prof. Bulan Prabawani, S.Sos., M.M., Ph.D., membahas “Inovasi Sosial dan Ekonomi untuk Pesisir Berkelanjutan: Kolaborasi Multi-Aktor dalam Pencapaian SDGs.” Pembahasan menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dan inovasi sosial-ekonomi untuk mendukung keberlanjutan kawasan pesisir.

Dari sisi teknologi, Prof. Ir. Didi Dwi Anggoro, M.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., menyampaikan materi “Pirolisis Teknologi untuk Penanganan Sampah Organik dan Anorganik.” Sementara itu, Dr. Adian Khoironi, S.T., M.Si., membawakan materi “Biosolution to Microplastic Removal in Aquatic System for a Better Environmental Sustainability.” Rangkaian materi tersebut menunjukkan pendekatan multidisiplin dalam pengembangan kawasan pesisir, mulai dari kebijakan lingkungan, inovasi sosial dan ekonomi, pengelolaan sampah, hingga solusi berbasis biosains untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.

Workshop dihadiri oleh perwakilan dari berbagai institusi yang berperan dalam pembangunan dan pengembangan kawasan pesisir. Dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) hadir Ir. Turnad Lenggo Ginta, S.T., M.T., Ph.D., Joko Tri Haryanto, S.Ag., M.S.I., dan Dyah Susilawati, S.S., M.Hum. Sementara itu, dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hadir Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Tengah serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah.

Keterlibatan pemerintah kabupaten/kota juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Peserta berasal dari sejumlah daerah di kawasan Pantai Utara Jawa Tengah, antara lain Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Pemalang, Tegal, Brebes, dan Kota Semarang melalui unsur badan perencanaan pembangunan, riset dan inovasi daerah atau perangkat daerah terkait.

Dari Universitas Diponegoro, kegiatan ini melibatkan unsur pimpinan serta pusat-pusat penelitian dan kajian di lingkungan LPPM UNDIP. Peserta dari LPPM UNDIP antara lain perwakilan bidang penelitian dan pengabdian, Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, Pusat Kajian Halal, Pusat Teknologi Kesehatan CBIOM3S, Pusat Unggulan Inovasi Akuntansi Forensik, Pusat Penelitian Ekonomi Biru, Pusat Penelitian Kesehatan (Puslitkes), Undip Biomechanics Engineering & Research Centre (UBM-RC), Pusat Kajian Kebijakan dan Manajemen Pembangunan, serta Pusat Penelitian Membran.

Selain itu, turut terlibat Center for Integrated Coastal Zone Management (ICZM), Pusat Sustainable Development Goals (SDGs Center), Pusat Studi Kepolisian, Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Tim Penjaminan Mutu LPPM UNDIP, serta anggota Tim Penjaminan Mutu LPPM UNDIP. Keterlibatan berbagai pusat penelitian dan kajian tersebut memperkuat posisi LPPM UNDIP sebagai penghubung antara kapasitas riset perguruan tinggi dan kebutuhan pembangunan daerah. Kolaborasi lintas bidang diharapkan dapat menghasilkan pendekatan yang lebih komprehensif dalam menjawab berbagai tantangan di kawasan pesisir Pantura Jawa Tengah.

Melalui workshop ini, sinergi antara BRIDA Jawa Tengah, LPPM UNDIP, BRIN, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten/kota menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan daerah. Pendekatan berbasis riset dan inovasi diharapkan tidak hanya menghasilkan solusi teknologi dan kebijakan, tetapi juga memberikan dampak pada pemberdayaan masyarakat serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di kawasan pesisir Pantai Utara Jawa Tengah.

Bagi UNDIP, kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan riset yang relevan dengan persoalan pembangunan dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat serta pemerintah daerah. LPPM Universitas Diponegoro berkomitmen untuk terus mendorong sinergi antara akademisi, pemerintah, lembaga riset, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghasilkan inovasi yang berkelanjutan dan berdampak bagi pembangunan Jawa Tengah. (Komunikasi Publik/UNDIP)

DiktisaintekBerdampak

UNDIP

Kolaborasi

/

5

Ulas Sekarang