Kampus Bergerak, Harapan Bangkit: Perguruan Tinggi Dukung Pemulihan Penyintas Bencana di Sumatra

Kabar

17 December 2025 | 12.45 WIB

Kampus Bergerak, Harapan Bangkit: Perguruan Tinggi Dukung Pemulihan Penyintas Bencana di Sumatra

Jakarta—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memastikan peran aktif perguruan tinggi dalam merespons bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada akhir 2025. Melalui semangat Diktisaintek Berdampak, perguruan tinggi bergerak cepat, berkolaborasi lintas disiplin dan lintas wilayah, untuk mendukung pemulihan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan psikososial masyarakat terdampak, Selasa (17/12).

Berbagai inisiatif nyata dilakukan secara kolaboratif dan simultan. Universitas Gadjah Mada (UGM), melalui para pakarnya, memberikan dukungan keilmuan dalam penanganan dampak psikososial pascabencana. Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan bagi relawan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang terlibat dalam pemulihan pendidikan anak-anak penyintas banjir di Sumatra. Pelatihan yang dipandu oleh pakar psikologi kebencanaan, Diana Setiyawati, yang bertujuan membekali relawan dengan pemahaman dan keterampilan psikososial sebelum terjun ke lapangan.

Diana menegaskan bahwa dukungan psikososial merupakan fondasi penting dalam fase tanggap darurat dan pemulihan awal. Relawan dihadapkan pada tekanan tinggi, banjir informasi, serta kondisi lapangan yang belum stabil. Oleh karena itu, relawan perlu memiliki sensitivitas, empati, dan pendekatan yang berorientasi pada penciptaan ruang aman dan ramah anak (child-friendly safe space), bukan semata mengejar ketertinggalan pembelajaran. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu anak-anak kembali merasa aman, bersemangat, dan perlahan bangkit dari pengalaman traumatis.

Di tengah tantangan berat di lapangan, mulai dari akses yang terputus hingga keterbatasan sarana pembersihan sekolah, UGM berkolaborasi erat dengan USK dan jaringan relawan lokal. Sebanyak sekitar 25 relawan USK diterjunkan ke empat kabupaten terdampak untuk melakukan pendampingan psikososial, pemulihan aktivitas anak, serta mendukung dimulainya kembali kegiatan belajar di ruang-ruang darurat. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi antar perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Dukungan Tenaga Medis Kampus

Pada saat yang sama, di Aceh Utara, sinergi perguruan tinggi, dan rumah sakit pendidikan juga tampak melalui aksi nyata di lapangan. Sebanyak 32 personel dari Rumah Sakit (RS) Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) – Search and Rescue (SAR) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi bersama MAPALA VAGUS Fakultas Kedokteran (FK) UNS terjun langsung melakukan pembersihan Puskesmas Langkahan, Selasa (16/12). 

Meski proses pembersihan belum sepenuhnya tuntas, upaya ini menjadi langkah krusial agar pelayanan kesehatan dapat segera kembali berjalan dan melayani masyarakat setempat.

Sementara itu, Universitas Brawijaya (UB) melanjutkan komitmennya melalui Tanggap Darurat Bencana di Sumatra yang berlangsung pada 15–27 Desember 2025. Sebanyak 12 personel lintas disiplin diberangkatkan menuju Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, dengan fokus pada penyaluran obat-obatan dan logistik kesehatan, khususnya bagi ibu dan bayi, serta layanan dukungan psikososial bagi para penyintas.

Tim UB terdiri dari tenaga medis, tenaga kesehatan, psikolog, residen, dan mahasiswa yang terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan anak, kebidanan, penyakit dalam, keperawatan luka, bedah mulut dan maksilofasial, serta pendampingan kesehatan mental. Kehadiran tim ini diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan dasar dan mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak.

Sejalan dengan upaya tersebut, Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), serta berbagai institusi pendidikan tinggi lainnya di seluruh Indonesia turut bergerak aktif membantu para penyintas, mulai dari layanan kesehatan, pendampingan psikososial, hingga dukungan logistik, dalam satu gerak bersama yang terkoordinasi di bawah Kemdiktisaintek, memastikan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan di tengah masyarakat terdampak.

Kemdiktisaintek menegaskan bahwa rangkaian aksi ini mencerminkan komitmen kementerian untuk Diktisaintek Berdampak, sebagai langkah untuk memastikan perguruan tinggi tidak hanya unggul dalam tridarma, tetapi juga hadir dan berdampak langsung bagi masyarakat. Kemdiktisaintek akan terus mendorong dan memfasilitasi keterlibatan aktif perguruan tinggi dalam penanganan bencana, mulai dari fase tanggap darurat hingga pemulihan jangka panjang. Melalui kolaborasi, kepakaran, dan kepedulian, pemerintah dan perguruan tinggi menegaskan bahwa negara benar-benar hadir untuk masyarakat terdampak, serta berkomitmen maksimal dalam membangun kembali harapan dan kehidupan yang lebih baik.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif




/

5

Ulas Sekarang