Jakarta—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bergerak cepat bersama perguruan tinggi merespons bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, dengan menurunkan tim medis, bantuan logistik, serta layanan pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak
Langkah ini merupakan implementasi konkret arah kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, yang menegaskan peran pendidikan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi nyata berbasis keilmuan pada situasi darurat kebencanaan.
Di Aceh, Universitas Negeri Semarang (Unnes) mendistribusikan logistik dan membuka posko layanan kesehatan di Kabupaten Bener Meriah dan Kota Langsa, serta menjangkau Aceh Tamiang. Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan layanan kesehatan di Desa Kalasegi, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Universitas Abulyatama (UNAYA) membuka posko kesehatan dan melaksanakan bakti sosial pascabencana di Aceh Utara.
Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memberikan pelayanan kesehatan, trauma healing anak, serta edukasi gizi dan perilaku hidup bersih dan sehat. Universitas Khairun (Unkhair) mengirimkan Tim Medis Maitara untuk memperkuat layanan kesehatan dan logistik di Aceh Tamiang. Universitas Riau mengirimkan tim medis beserta dukungan logistik menuju Aceh Tamiang.
Sementara itu, Institut Pertanian Bogor (IPB) menurunkan Tim Relawan Tanggap Bencana ke Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara dengan fokus penyediaan pangan darurat, pelayanan kesehatan terpadu, serta pendampingan psikososial. Sebanyak 18.000 bungkus nasi steril siap makan dan 13.500 paket pangan khusus balita disalurkan melalui kolaborasi dengan Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Andalas (Unand), untuk di Sumatra Barat.
Di Sumatra Barat, kegiatan tanggap darurat dilaksanakan di Kabupaten Agam dan wilayah sekitarnya. Universitas Surabaya (Ubaya) menyalurkan bantuan sembako, perlengkapan mandi, ibadah, dan sekolah, serta membuka posko kesehatan gratis dan pendampingan psikososial di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kabupaten Agam. Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan pelayanan kesehatan, pendampingan psikososial, serta koordinasi lintas puskesmas di wilayah Palembayan, Koto Alam, Maninjau, dan Kecamatan Malalak.
Universitas Baiturrahmah (Unbrah) mempercepat pemulihan warga terdampak banjir dan galodo di Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam, melalui layanan kesehatan dokter umum dan spesialis, pendirian maternity space, serta perlindungan kelompok rentan ibu dan anak. Universitas Negeri Padang (UNP) berperan sebagai mitra kolaborasi penerimaan dan pelepasan tim perguruan tinggi, sekaligus melaksanakan kegiatan trauma healing dan pendampingan psikososial bagi penyintas di Sumatra Barat. Selain itu, Universitas Prima Nusantara Bukittinggi turut berpartisipasi mendukung penanganan bencana di wilayah Sumatra Barat sebagai bagian dari sinergi perguruan tinggi dalam Program Tanggap Darurat Bencana Kemdiktisaintek.
Di Sumatra Utara, Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) melaksanakan pelayanan kesehatan di Desa Tapian Nauli Saurmanggita dan Desa Sait Kalangan II, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah. Universitas Prima Indonesia mendistribusikan filter air bersih, paket logistik, serta layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak di Kecamatan Tanjung Pura, Desa Paya Perupuk. Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UM Tapsel) menurunkan lima tim pengabdian untuk menyalurkan bantuan logistik, tenda pengungsian, serta layanan psikososial di sejumlah desa terdampak di Kabupaten Tapanuli Selatan. Universitas Islam Indonesia (UII) menurunkan tim medis Fakultas Kedokteran ke Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Seluruh kegiatan dilaksanakan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait guna memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau wilayah yang paling membutuhkan. Data kegiatan dihimpun dari laporan sementara perguruan tinggi mitra di lapangan dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan.
Kemdiktisaintek berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan Program Tanggap Darurat Bencana 2025 hingga tahap pemulihan serta memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah. Kebijakan “Diktisaintek Berdampak” berkomitmen pendidikan tinggi benar-benar hadir dan bekerja untuk kemanusiaan.
Sumber foto: Ubaya
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






