BREMEN, Jerman – Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta terus memperluas jejaring internasional melalui kerja sama akademik dengan Hochschule für Künste Bremen (HfK Bremen), Jerman, dalam proyek bertajuk Creating Cultural Dialogues: Teaching Art and Design in Transcultural Contexts. Program yang didukung oleh Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD) ini berlangsung selama periode 2025–2026 sebagai upaya memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan seni, desain, dan riset artistik lintas budaya.
Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, ISI Yogyakarta mengirimkan delegasi akademik ke Bremen pada 30 Mei–15 Juni 2026. Delegasi yang terdiri atas sepuluh orang meliputi pengelola program dan mahasiswa Program Doktor Pascasarjana ISI Yogyakarta untuk mengikuti rangkaian kegiatan akademik, penelitian, serta pertukaran budaya bersama sivitas akademika HfK Bremen.
Program ini diprakarsai oleh Prof. Dr. Annette Geiger dari HfK Bremen sebagai bagian dari penguatan kolaborasi akademik dan riset artistik antara kedua perguruan tinggi. Delegasi ISI Yogyakarta dipimpin oleh Direktur Program Pascasarjana ISI Yogyakarta, Dr. Fortunata Tyasrinestu, S.S., M.Si., didampingi Octavianus Cahyono Priyanto, S.T., M.Arch., Ph.D., selaku Koordinator Program Doktor ISI Yogyakarta.
Selama berada di Bremen, para peserta mengikuti berbagai agenda akademik dan kebudayaan, mulai dari workshop yang dipandu mahasiswa Program Doktor ISI Yogyakarta bagi mahasiswa HfK Bremen, kolokium doktoral, hingga seminar riset artistik. Kegiatan dipusatkan di Kampus HfK Bremen dan Güterbahnhof Bremen – Areal für Kunst und Kultur, salah satu pusat kegiatan seni dan budaya di kota Bremen.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang dialog bagi mahasiswa doktor dari kedua institusi untuk mempresentasikan perkembangan riset, bertukar pendekatan metodologis, serta membangun peluang kolaborasi internasional di masa mendatang. Melalui interaksi tersebut, seni dan desain diposisikan sebagai media untuk memperkuat pemahaman lintas budaya sekaligus memperkaya praktik riset artistik.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kemitraan internasional, Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, M.Sn., turut melakukan kunjungan ke Bremen pada 4–8 Juni 2026. Kunjungan tersebut bertujuan mempererat kerja sama strategis antara ISI Yogyakarta dan HfK Bremen sekaligus memperluas jejaring internasional di bidang pendidikan tinggi seni, desain, dan riset artistik.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor ISI Yogyakarta juga melakukan audiensi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin pada 5 Juni 2026. Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama internasional ISI Yogyakarta serta peluang memperluas diplomasi budaya Indonesia melalui pendidikan seni dan kolaborasi akademik.
Melalui program yang didukung DAAD ini, ISI Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi seni yang berorientasi global. Kolaborasi dengan HfK Bremen diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas akademik dan riset artistik kedua institusi, tetapi juga memperluas kontribusi Indonesia dalam percakapan internasional mengenai seni, desain, dan pendidikan tinggi di era transkultural.







