ISI Yogyakarta Berdayakan Perempuan Disabilitas melalui Inovasi Desain Kreatif dan Pemasaran Digital

Kampus Kita

06 Juni 2026 | 12.30 WIB

ISI Yogyakarta Berdayakan Perempuan Disabilitas melalui Inovasi Desain Kreatif dan Pemasaran Digital

YOGYAKARTA – Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta terus memperkuat peran pendidikan tinggi seni dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat. Melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN), ISI Yogyakarta memberdayakan komunitas perempuan disabilitas Avta Kebaya melalui pengembangan desain kreatif, produksi suvenir inklusif, serta penguatan pemasaran digital berbasis wisata.

Program bertajuk Pemberdayaan Komunitas Perempuan Disabilitas Avta Kebaya melalui Eksplorasi Desain Kreatif dan Media Souvenir Inklusif Berbasis Wisata tersebut disosialisasikan pada Sabtu (6/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya ISI Yogyakarta menghubungkan keilmuan seni dan desain dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi perempuan penyandang disabilitas.

Program dijalankan oleh tim dosen lintas disiplin yang terdiri atas Amar Leina Chindany, M.Ds. dari Program Studi Desain Komunikasi Visual, Septianti, M.Sn. dari Program Studi Desain Mode Kriya Batik, serta Amanda Amalia Faustine Gittawati, M.A. dari Program Studi Desain Media. Kolaborasi tersebut difokuskan pada penguatan kemampuan komunitas dalam merancang produk kreatif, membangun identitas visual, hingga memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi.

Ketua tim, Amar Leina Chindany, mengatakan bahwa program ini merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi seni dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan desain.

"Kami ingin proses kreatif yang tumbuh di ISI Yogyakarta tidak berhenti di ruang akademik. Melalui program ini, desain menjadi alat pemberdayaan sehingga anggota komunitas mampu memahami kebutuhan pasar wisata, mengembangkan suvenir inklusif, memproduksi konten digital, dan memperkuat peluang ekonomi secara mandiri," ujarnya.

Melalui pendampingan tersebut, anggota Avta Kebaya dibekali keterampilan mengembangkan produk suvenir yang memiliki nilai seni sekaligus bernilai ekonomi. Selain itu, mereka juga mendapatkan pelatihan membuat konten promosi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran produk.

Salah satu capaian program terlihat dari meningkatnya partisipasi anggota komunitas dalam memproduksi materi promosi. Peserta tidak hanya mengikuti penyampaian materi, tetapi juga berhasil menghasilkan foto, video, serta materi publikasi yang siap digunakan untuk promosi melalui media sosial.

Program ini merupakan kelanjutan dari PISN 2025 yang berfokus pada penguatan branding komunitas perempuan disabilitas melalui media sosial. Keberlanjutan tersebut menunjukkan komitmen ISI Yogyakarta dalam menghadirkan pendampingan yang berkesinambungan sehingga manfaat program dapat dirasakan secara lebih optimal oleh masyarakat.

Pada tahap lanjutan, peserta juga memperoleh pelatihan pembuatan konten digital di platform TikTok yang dipandu oleh Carlos Septian, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual ISI Yogyakarta sekaligus Google Student Ambassador 2026. Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari teknik fotografi dan videografi sederhana, penyusunan caption yang efektif, penggunaan hashtag, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung penyusunan narasi promosi.

Ketua Avta Kebaya, Sumrah Ekowati, mengapresiasi kolaborasi yang terus terjalin dengan ISI Yogyakarta. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat nyata bagi komunitas, mulai dari peningkatan kepercayaan diri anggota, kualitas produk, hingga peluang pemasaran yang lebih luas.

Bagi ISI Yogyakarta, program ini menjadi bukti bahwa seni dan desain tidak hanya menghasilkan karya kreatif, tetapi juga mampu menjadi instrumen pemberdayaan sosial dan ekonomi. Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat, ISI Yogyakarta terus menghadirkan pendidikan tinggi seni yang berdampak, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.

DiktisaintekBerdampak

KampusBerdampak

KemendiktisaintekBerdampak

ISI Yogayakarta

/

5

Ulas Sekarang